Ciri dari stres akibat tingginya suhu pada ayam (Sumber: http://www.altilisna.com/)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Meminimalkan stres merupakan hal utama yang harus dilakukan oleh setiap peternak dalam mengontrol penyakit serta mencegah terjadinya kerugian akibat turunnya performa produksi baik daging maupun telur. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pengaruh stres panas pada unggas yaitu dengan melakukan perbaikan manajemen dengan modernisasi kandang serta memberikan suplementasi antistres melalui pakan atau minum.
Modernisasi kandang menggunakan sistem closed house sesuai dengan tata pembangunan yang sesuai, direkomendasikan untuk meminimalkan stres lingkungan karena kandang closed house dapat diatur sedemikian rupa untuk untuk menciptakan suasana dalam kandang yang nyaman bagi ayam. Hal serupa diungkapkan oleh Tony Unandar bahwa cepatnya metabolisme yang dimiliki oleh ayam modern menuntut adanya kecukupan oksigen. Hal tersebut dapat dicapai melalui penerapan sirkulasi udara yang baik melalui teknologi ventilasi yang ada di dalam closed house. “Jika masih ada peternak yang tetap ingin memakai kandang opened house, cepat atau lambat akan kalah. Karena jika ayam modern terus diberikan kondisi yang tidak nyaman, kondisi tubuhnya akan lemah dan penyakit akan mudah masuk,” ungkapnya.
Baca Juga: Sesuaikan Ragam Jenis Pemanas dengan Kebutuhan Kandang
Upaya mengurangi stres melalui suplementasi air minum dan pakan dilakukan di antaranya dengan menambahkan senyawa yang mengandung antioksidan seperti vitamin dan mineral. Beberapa vitamin seperti A, C, dan E dan mineral Zn sudah terbukti memiliki peranan sebagai penangkal stres pada ayam yang dipelihara di suhu lingkungan tinggi. Suplementasi vitamin A (15.000 IU/kg pakan) dan E (250 mg/kg pakan) terhadap performans broiler yang dipelihara pada suhu lingkungan 32° terdapat pada Tabel 2.
Tabel 2. Suplementasi vitamin A dan E terhadap performa broiler yang dipelihara pada suhu lingkungan 32 °C
Perlakuan
Konsumsi pakan (g/ekor/hari)
PBB (g)
Feed Conversion Rate (FCR)
Vitamin E (mg/kg pakan)
     
0,0
3414,0
1899,00
1,79
62,5
3425,0
1919,00
1,78
125,0
3437,0
1949,00
1,76
250
3481,0
2057,00
1,69
500
3465,0
2033,00
1,70
Kontrol
3116,8
1812,00
1,72
Vitamin A
3151,8
1890,14
1,67
Vitamin E
3227,1
1900,05
1,70
Vitamin (A+E)
3314,8
1985,00
1,67
Sumber: Sahin et al. (2002); Sahin et al. (2001) dalam Tamzil (2014)
Vitamin E diketahui sebagai salah satu antioksidan yang berfungsi untuk melindungi sel dan jaringan dari radikal bebas, menurunkan pengaruh negatif terhadap kortikosteron, dan melindungi sel yang berperan terhadap sistem imun. Vitamin A turut memberikan manfaat yang sama terhadap tubuh unggas, yaitu mampu meingkatkan efisiensi pakan, pertumbuhan bobot badan, dan meningkatkan kekebalan tubuh unggas. Hal ini dibuktikan oleh data dari Tabel 2 yang menunjukan bahwa suplementasi Vitamin A dan Vitamin E maupun gabungannya memberikan pengaruh positif terhadap PBB, FCR, dan efesiensi pakan. Tak ketinggalan, sumber antioksidan lainnya yaitu vitamin C (asam askorbat) juga dapat menangkal pengaruh stres. Berdasarkan penelitian Syahruddin et al. (2013) suplementasi vitamin C pada konsentrasi 250-500 ppm efektif untuk menghalau pengaruh stres akibat cekaman panas pada anak ayam maupun dewasa.
Dalam Buku yang berjudul ‘Lagom: The Swedish Secret of Living Well’ karangan Lola. A. Årkerström menyatakan bahwa ketika kita memberikan hal yang baik bagi alam, maka alam akan memberikan hasil yang baik juga untuk kita. Oleh sebab itu, memberikan lingkungan yang nyaman agar hewan terhindar dari stres dan tetap pada kondisi yang prima baik dari segi kesehatan maupun produksinya, merupakan suatu keharusan bagi peternak agar nantinya peternak dapat menuai hasil produksi yang optimum dari ternak yang dipeliharanya.
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2020 dengan judul Stres Pengusik Kesehatan Ayam”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153