Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Bambang Hendroyono didampingi beberapa tokoh nasional saat membuka pameran Agrinex Expo ke-12.
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Ketahanan pangan menjadi hal penting di semua negara. Mempertahankan ketersediaan lahan pertanian untuk menunjang kebutuhan pangan bagi 250 juta masyarakat Indonesia menjadi sesuatu yang teramat penting.
“Sejak Agrinex pertama digelar, kami berusaha memberikan akses pasar kepada UMKM yang bergerak di bidang pangan. Agribisnis bukan hanya memberikan lapangan kerja bagi para petani, tapi juga memberikan inspirasi kepada masyarakat bahwa pertanian itu bernilai,” ujar Rifda Ammarina selaku ketua penyelenggara, saat pembukaan Agrinex Expo ke-12 di Jakarta Convention Center, Jumat (7/9).
Rifda juga mengatakan, tujuan penyelenggara Agrinex ke-12 mengangkat tema social agroforestry merupakan wujud apresiasi kepada program pemerintah yaitu social forestry yang dinilainya merupakan langkah cerdas dalam memberikan akses lahan kepada masyarakat sekitar hutan tanpa harus memilikinya.
“Tujuan pemerintah sangat baik dan kami dukung. Semakin banyak produksi pangan dari hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan tanaman industri, maka ketahanan pangan akan semakin terwujud,” imbuhnya.
Baca juga : Menilik Potensi Budi Daya Puyuh Petelur Padjadjaran
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Bambang Hendroyono, mengungkapkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus mendorong para petani untuk bisa meningkatkan produktivitasnya, baik di Jawa maupun di luar jawa.
“Kementerian LHK membantu Kementerian Pertanian dalam memberikan akses lahan. Kami tentu berharap kepada petani-petani muda yang berada di sekitar hutan untuk mau terjun bertani,” ungkapnya.
Bambang Hendroyono menambahkan, dengan adanya Agrinex Expo yang berlokasi di Jakarta, hal tersebut menjadi gambaran bahwa produk-produk yang dipamerkan dapat menjadi kekuatan besar bagi petani desa maupun yang berada di pinggiran hutan bahwa produk pertanian itu sangat bernilai.
“Tentu kita semua berharap bahwa produk-produk ini terus kita dorong untuk ekspor, sehingga bisa meningkatkan devisa negara,” ujar Bambang.