Para dekan, wakil dekan, dan dosen, berkunjung ke pabrik Food processing CPI untuk melihat langsung proses pengolahan pasca panen produk unggas
POULTRYINDONESIA, Cikande – Sebagai wujud keingintahuan terhadap kemajuan industri pengolahan makanan, beberapa akademisi peternakan dari berbagai Perguruan Tinggi melakukan kunjungan ke pabrik food processing milik PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) di Kawasan Cikande, Banten, Senin (10/3).
Dalam paparannya, Deputy General Manager PT Charoen Pokphand Indonesia Food Division, Alamsyah, menjelaskan bahwa produk pangan yang dihasilkan dari PT CPI sudah pasti terjamin kualitasnya. Selain tersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), produknya berasal dari ayam yang sehat, bebas hormon, dan tanpa antibiotik. “Kita pastikan bahwa ayam yang kita gunakan sudah dipotong sesuai aturan Islam di Rumah Potong Ayam (RPA) yang memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Selain itu, kita telah memiliki Sertifikat Kompartemen Bebas Avian Influenza yang artinya ayam yang kita telah bebas AI,” paparnya.
Dalam kunjungan industri tersebut, peserta kunjungan selain mendapatkan paparan di dalam ruangan juga diajak keliling pabrik untuk melihat secara langsung proses produksi makanan olahan seperti sosis, nugget, dan berbagi jenis makanan lainnya.
Salah satu peserta kunjungan yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Prof. Jasmal A. Syamsu, mengatakan bahwa kunjungan industri semacam ini sangat bermanfaat dan membuka mata bahwa industri pengolahan makanan yang berasal dari daging ayam sudah sedemikian maju dan berkembang. “Jika industri pengolahan makanan seperti ini terus tumbuh, maka industri di sektor hulu seperti penyediaan day old chick (DOC) dan pakan juga akan ikut berkembang karena saling berkaitan,” ujarnya.
Masih menurutnya, sinergi antara industri dengan Perguruan Tinggi juga harus terus berjalan. Mahasiswa yang selama ini hanya melakukan praktikum di dalam kampus memang perlu melakukan kunjungan lapang seperti ini. “Saya berharap nanti akan ada semacam studi banding untuk mahasiswa ke tempat seperti ini, tentunya agar mereka juga mengetahui bahwa kemajuan industri pengolahan makanan sudah berkembang pesat,” jelasnya.