Sanitasi dan higienis atau tidaknya suatu pangan olahan sangat bergantung pada sumber daya manusia yang terlibat di dalam proses produksi (Sumber Foto : RitaE from Pixabay )
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pemberian sertifikasi NKV memiliki beberapa tujuan, yakni mewujudkan jaminan produk ternak yang memenuhi persyaratan aman, sehat, utuh, dan halal bagi yang diperyaratkan. Tujuan berikutnya yakni memberikan perlindungan kesehatan dan ketenteraman batin bagi konsumen produk ternak. Dari sisi pelaku usaha, adanya sertifikat NKV akan meningkatkan daya saing produk ternak domestik, serta memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha produk ternak. JIka ada suatu kasus masalah keamanan pangan, adanya NKV dapat mempermudah dalam melakukan penelusuran balik (traceability) terhadap temuan penyimpangan peredaran produk asal ternak.
Baca Juga : Sertifikasi NKV Bersifat Wajib
Terdapat empat tingkat NKV, yakni kategori sangat baik, baik, cukup, dan kategori kurang, seperti yang terlihat dalam grafis. Aspek penilaian NKV ini terutama adalah dalam hal higiene dan sanitasi. Higiene merupakan seluruh kondisi atau tindakan untuk meningkatkan kesehatan, sedangkan sanitasi adalah usaha pencegahan penyakit dengan cara menghilangkan atau mengatur faktor lingkungan yang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit tersebut. Penerapan kedua aspek tersebut bisa dilakukan dalam good hygiene practices, yakni semua praktik yang berkaitan dengan kondisi dan tindakan yang diperlukan untuk menjamin keamanan (safety) dan kelayakan (suitability) pangan pada semua tahapan dalam rantai pangan.
Penerapan prinsip higiene pada rumah potong hewan unggas (RPHU) yakni pada bangunan dan fasilitas, seperti pemakaian bahan, disain, tata letak, tempat proses produksi makanan, fasilitas dan peralatan; peralatan yang digunakan untuk proses produksi; personal semua orang yang menangani produk, manajer, auditor; dan proses produksi bahan baku, bahan tambahan pangan (BTP), penyimpanan bahan baku, BTP, bahan kimia, serta pengolahan dan distribusi produk hasil RPHU.
Baca Juga : NKV Untuk Menjamin Keamanan Produk Hasil Unggas
Pada dinding sebelah dalam bangunan, terutama pada ruang proses, untuk menjaga higienitas serta kemudahan dalam pembersihan, dapat dilapisi dengan stainless steel atau bahan plastik semacam polipropilen atau poliurethane. Pada sudut pertemuan antara dinding dan lantai atau dinding dengan dinding, jangan dibuat siku namun sebaiknya berbentuk cembung. Pada pertemuan dinding dengan lantai setinggi minimal 15 cm dari permukaan dasar lantai, sebaiknya dilapisi bahan kedap air. Untuk peralatan proses yang digunakan, pilih terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan, selalu didisinfeksi dan dirawat dengan baik, tidak beracun, kedap air, tahan karat, dan tahan lama.
Masalah higiene juga sangat berkaitan dengan personal sumber daya manusianya. Oleh karena itu setiap pekerja yang kontak langsung dengan produk harus sehat, bersih, dan tidak ada luka, serta senantiasa memakai perlengkapan kerja  seperti pakaian, sepatu, penutup pada hidung, mulut dan kepala. Setiap pekerja juga harus mencuci tangan sebelum dan setelah menangani produk, serta setelah keluar dari toilet. Pada prinsipnya para operator dalam proses produksi harus memiiiki kedisplinan dalam berperilaku higienis: tidak makan dan minum, tidak meludah, tidak menggaruk kepala, tidak memasukkan jari-jari ke telinga, hidung dan mulut, tidak bersin di area produksi.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2019 dengan judul “NKV untuk Menjamin Keamanan Produk Hasil Unggas”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153