Ayam Bangkok merupakan salah satu jenis ayam tangkas yang populer di kalangan masyarakat
POULTRYINDONESIA, Tegal – Ayam yang memilik postur tinggi besar dan aneka corak warna yang menarik pada bulunya ini masih banyak dipelihara warga baik untuk sekedar hobi maupun ke arah yang lebih serius yakni budi daya. Tak sedikit warga yang awalnya hanya mencoba untuk memelihara 2-3 ekor saja, tetapi setelah mengetahui potensinya, akhirnya memiliki lebih banyak ekor ayam bangkok di rumahnya. Ini bukanlah hal baru tetapi sudah menjadi tradisi. Karena biasanya jika seorang ayah memelihara ayam Bangkok, dapat dipastikan ada anak atau generasi penerus keluarganya yang juga akan memiliki kegemaran yang sama.

Peluang untuk berbisnis ayam bangkok hingga kini masih terbuka lebar dan mempunyai prospek yang menjanjikan. Sejak zaman dahulu hingga masuk ke era serba modern seperti saat ini, ternyata para penggemarnya pun masih banyak dan tersebar hingga ke pelosok desa.

Namun kebanyakan peternak ayam bangkok hanya sekadar hobi saja, tanpa digeluti secara sungguh-sungguh. Padahal jika beternak ayam bangkok ini digeluti dengan serius, akan membuahkan hasil yang cukup menguntungkan. Salah satunya seperti yang dilakukan Syahrul, salah seorang warga Desa Mindaka, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Baca Juga : Untungnya Beternak Ayam Bangkok Petelur Biru
Usia yang masih muda bukanlah halangan dalam mencari ilmu dan pengalaman memelihara ayam bangkok. Tekad tersebut didapat Syahrul dari sang ayah yang sudah puluhan tahun mendalami budi daya ayam bangkok. Semenjak kecil, Syahrul sudah diajarkan tata cara merawat dan melatih ayam bangkok oleh ayahnya yang bernama Muktarom. Namun kini sudah sekitar lima tahun usaha budi daya bangkok ini diserahkan sepenuhnya kepada Syahrul.
Untuk mengecek kualitas ayam bangkok peliharaan anaknya, tiap minggu Muktarom masih menyempatkan diri untuk turun ke lapangan, baik mengecek kesehatan ternak maupun melatih tarung ayam bangkok milik anaknya tersebut. Berbagai jenis ayam bangkok ia miliki, mulai dari jenis paqoy, saigon, gramang, nogowalik, nogososro dan lain sebagainya. Semua jenis itu ada di kandang samping pekarangan rumahnya. Meski bukan peternak ayam bangkok besar, tetapi kualitas ayam peliharaannya sudah tak diragukan lagi kehebatannya. Indukan yang dimiliki pun bukan indukan sembarangan sehingga mampu menghasilkan bibit bibit unggul.
Baca Juga : Kabar Bisnis Ayam Lokal
Saat ditemui di lokasi kandangnya, Muktarom mengaku mendapatkan bibit bangkok jenis Paqoy dan Gramang dari Kota Magelang yang memiliki ciri khas postur tubuh besar dan bobot yang mencapai 5 kilogram. Dari perkawinan silang keduanya tersebut sudah menghasilkan puluhan keturunan juara. “Sudah puluhan kali saya mengawinkan silang ayam bangkok lokal dengan bangkok jenis lainnya namun tetap keturunan paqoy dan gramang lebih unggul, baik dari besar postur tubuh dan kepala. Gerakannya juga lebih lincah dan mental tarungnya pun cukup bandel,” ujarnya, Rabu (3/4).
Menurut Muktarom, ayam hasil peternakannya tidak pernah mudah menyerah dalam melakukan adu tangkas. Sementara itu jika ayam bangkok dikawinkan dengan ayam biasa, hasilnya hanya 1-2 ekor yang lumayan baik. Namun jika dikawinkan silang dengan keturunan paqoy dan gramang, hasil bibitnya banyak yang bagus, bisa mencapai sekitar 3-5 ekor. Gerak-gerik bibit pun berbeda, lebih lincah, lebih galak, serta postur tubuh lebih besar dan beraneka corak warna pada bulunya. Boy
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2019 dengan judul “Beternak Ayam Bangkok Bernilai Ekonomi Tinggi”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153