Mewujudkan kandang modern dengan menggunakan teknologi terbaru, membutuhkan dana yang tidak sedikit
POULTRY INDONESIA – Jakarta, Salah satu cara untuk mewujudkan mekanisasi bagi para peternak yang memiliki kesulitan dalam pendanaan yaitu dengan menggandeng pihak perbankan. Beberapa Bank di Indonesia sudah bersedia untuk memberikan fasilitas pembiayaan bagi para peternak. Salah satunya adalah Bank Sinarmas yang memiliki program fasilitas kredit bagi peternak melalui KUR. Micro Small Business Group Head PT Bank Sinarmas Tbk., Muktiono Wibowo, mengatakan peluang tersebut terbuka lebar. Saat ini, Bank Sinarmas tengah gencar mengembangkan program kerja sama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bagi para peternak. Menurutnya hal ini sesuai dengan arahan Bank Indonesia terkait pemberian kredit kepada UMKM. “Arahan dari BI minimal rasio kredit UMKM itu 20 persen dari total kredit. Kami menyediakan program kerja sama hingga sebesar Rp 2 miliar,” ungkap Muktiono, Jumat (27/7).

Peternak bisa memanfaatkan program pengembangan UMKM yang sedang ditawarkan oleh perbankan. Program ini memungkinkan peternak untuk mendapat suntikan dana dengan suku bunga yang tidak membebani.

Terdapat beberapa skema yang bisa dipilih oleh peternak. Misalnya, value chain financing dan mandiri. Value chain financing berarti perbankan bekerja sama dengan peternak yang tengah menjalin kemitraan dengan perusahaan perunggasan inti, ataupun menjadi bagian sebuah koperasi. Skema ini, menurut Muktiono, lebih disukai karena unsur keterjaminan pembayaran yang menjanjikan. “Ada kejelasan sumber pembayaran kembali atau repayment. Bila ada off taker itu jelas. Kami meminta semacam jaminan bahwa usaha ini berjalan terencana,” ungkap Muktiono. Ia menambahkan bahwa peternak mitra lebih terjamin karena pemenuhan DOC, pakan, obat-obatan hingga penjualan produk unggas sudah tersistematis bersama perusahaan inti.
Peternak mandiri pun bisa mengajukan kerja sama pembiayaan. Menurut Muktiono, hal yang dibutuhkan adalah keterjaminan pembiayaan serta adanya fixed asset, semisal tanah dan bangunan. “Sejauh ini sudah ada peternak mandiri yang menjalin kerja sama dengan kami, misalnya di Purwokerto, Lampung dan Padang,” jelasnya. Para peternak tersebut mendapat bantuan modal pengembangan usaha. Bilapun ada peternak yang hendak membangun kandang baru, menurut Muktiono, persentase pembiayaannya adalah 70-30. “Kami memberi dana sebesar 70 persen dari total keseluruhan, sisanya oleh peternak,” imbuhnya.
Baca Juga : Ragam Tantangan Mekanisasi Budi Daya Unggas
Peternak bisa memanfaatkan program pengembangan UMKM yang sedang ditawarkan oleh perbankan. Program ini memungkinkan peternak untuk mendapat suntikan dana dengan suku bunga yang tidak membebani. “Sudah ada sekitar 10.000 debitur yang bekerja sama dengan kami. Banyak juga peternak yang jumlah ternaknya semakin bertambah setelah menjalin kerja sama,” ujar Muktiono. Program pengembangan UMKM— termasuk adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga ringan di dalamnya—bisa dengan mudah didapat oleh peternak unggas. Beberapa persyaratan dasar yang harus dimiliki adalah surat izin usaha, KTP, NPWP, hingga jaminan berbentuk rumah ataupun kandang. Perbankan pun kian hadir menjemput bola. Bank Sinarmas, menurut Muktiono, telah ada di berbagai daerah dalam menggalakkan program pengembangan UMKM ini. “Kita sudah punya sekitar 160 unit di berbagai daerah,” tandas Muktiono. Adam
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Agustus 2018 di halaman 36 dengan judul “Menimbang Opsi Mekanisasi Budi Daya Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153