Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk Tjiu Thomas Effendy (kedua kiri), bersama Direktur Eddy Dharmawan Mansjoer (dari kiri), Komisaris Independen Suparman Sastrodimedjo, Direktur Ong Mei Sian dan Direktur Ferdiansyah Gunawan Tjoe
POULTRY INDONESIA, Jakarta-Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI), mereka menyetujui rencana perseroan membagikan dividen tunai. Presiden Direktur CPI, Tjiu Thomas Effendy dalam konferensi persnya mengatakan total dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp 918,28 miliar atau setara Rp 56 per saham.
Pada kesempatan tersebut, Thomas juga mengungkapkan bahwa laba bersih yang diterima PT CPI dalam laporan berjalan tahun 2017 sebesar 2,5 Triliun. “Kami targetkan laba bersih untuk tahun ini meningkat 20 persen atau sekitar 3 Triliun rupiah,” ungkapnya kepada para wartawan usai RUPST di Jakarta, Rabu (23/5).
Dalam keterangannya, PT CPI juga akan menggelontorkan dana sebesar 2,6 Triliun untuk pengembangan usahanya di tahun 2018. Sesuai paparannya, sebanyak 40 persen untuk feedmill, 35 persen untuk farm industry, 15 persen untuk food processing industry, dan sisanya sebesar 10 persen untuk maintenance.
“Tahun ini sedang dibangun pabrik pakan di Jawa Tengah, harapannya awal tahun 2019 sudah mulai produksi. Selain itu, kami juga berencana membangun pabrik pakan lagi di Pulau Sumatra, kami upayakan di wilayah tengah karena di Medan dan Lampung sudah ada,” ujar Thomas.
Thomas meyakini jika bisnis perunggasan masih akan terus berkembang. Menurutnya, hal tersebut juga didorong oleh tingkat konsumsi protein hewani asal unggas masyarakat Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. “Saat ini masih sekitar 12,8 kg/kapita/tahun. Kami prediksikan ke depan bisa mencapai 14-15 kg/kapita/tahun,” pungkasnya.