Acara pelepasan ekspor perdana DOC ke Timor Leste (4/5).
POULTRY INDONESIA, Nusa Tenggara Timur – Bertempat di perbatasan Wini – Oekusi, PT Charoen Pokphand Jaya Farm yang merupakan bagian dari PT Charoen Pokphand Indonesia,Tbk (CPI) melakukan pelepasan ekspor perdana produk anak ayam umur sehari (Day Old Chick/DOC) ke negara Republik Demokratik Timor Leste pada hari ini (4/5). Pengiriman kali ini merupakan awal dari total 10.000 ekor DOC yang telah disetujui untuk di ekspor ke Republik Demokratik Timor Leste. 
Kegiatan ekspor DOC ini diterima oleh Menteri Pertanian Republik Demokratik Timor Leste, Estanislau A da Silva; Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Demokrat Timor Leste, Sahat Sitorus; Direktorat Jenderal Pertanian dan Kesehatan Hewan Republik Demokratik Timor Leste, Domingos Gusmao; Direktur Kesehatan Hewan, Joanita Dakosta Jong. 
Selain itu, hadir pula President East Area Charoen Pokphand Indonesia, Peraphon Prayooravong dan Regional Head Bali Nusra, Sanit Yuan beserta jajaran manajemen CPI Bali Nusra. Acara ini juga turut disaksikan oleh peternak dari KUC.
Pelepasan ekspor DOC  merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilakukan pada 20 April 2018 lalu bertempat di kantor pusat PT Charoen Pokphand Indonesia, Ancol, Jakarta Utara. Pada hari itu telah dilakukan ekspor perdana ke Republik Demokratik Timor Leste, dengan produk berupa 1 kontainer produk makanan olahan ayam, 6 kontainer pakan ayam, 3 kontainer minuman yang dilepas oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman.
Baca juga : Pelepasan Ekspor Produk CPI Menembus Pasar Global
Sebagai tindak lanjut dari rencana kerja Kementerian Pertanian untuk menerjemahkan perintah Presiden Republik Indonesia dalam menumbuhkan perekonomian Indonesia melalui instrumen investasi dan ekspor produk-produk Indonesia, Kementerian Pertanian mengajak seluruh stakeholder di bawah naungan Kementerian Pertanian secara aktif bergerak mencari pangsa ekspor untuk produk-produk yang dihasilkan dalam negeri.
Sementara itu, Indonesia saat ini telah mencapai swasembada dalam hal produksi daging ayam ras. Ditinjau pada beberapa tahun terakhir bahkan telah terjadi over supply di pasaran. Menilik kondisi yang demikian, Menteri Pertanian mengarahkan untuk melakukan ekspor hasil produksi tersebut ke luar negeri sebagai solusi untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan dalam negeri.
Berkaitan dengan hal tersebut, CPI atas dukungan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan telah melakukan ekspor perdana ke Papua Nugini pada 2017. Tidak berhenti hanya di satu negara, pada 2018, CPI kembali menambah negara tujuan ekspor yakni Republik Demokratik Timor Leste dan Jepang.
Kerja sama ekspor antara CPI dan Timor Leste sendiri bermula pada Januari 2018. Tim Auditor Republik Demokratik Timor Leste yang diketuai oleh Direktur Jenderal Peternakan Republik  Demokratik Timor Leste yang  beranggotakan Direktur Kesehatan Hewan, Direktur Pakan, Konsul serta perwakilan KBRI di Timor Leste telah melaksanakan serangkaian kegiatan Import Risk Analysis (IRA) pada unit usaha milik CPI. Hasil dari kegiatan IRA dituangkan dalam Technical Agreement antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste, yang telah ditandatangani pada 19 April 2018 oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Republik Indonesia dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Republik Demokratik Timor Leste di kantor Kementerian Pertanian RI.