Konsumsi daging ayam setiap hari dapat membantu meningkatkan gizi masyarakat
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, terjadi peningkatan proporsi balita dengan gizi kurang, kurus, dan stunting yang cukup tinggi. Dari sekian banyak risiko kekurangan zat gizi, yang paling berbahaya adalah stunting. Balita yang mengalami kekurangan gizi kelak akan menjadi generasi stunting. Yang dimaksud dengan stunting yakni kondisi di mana seorang anak ketika memasuki masa pertumbuhan, anak tersebut tidak bisa tumbuh normal atau pendek yang disebabkan oleh kurang gizi pada saat dalam kandungan hingga setelah lahir.

Salah satu masalah utama di bidang pemenuhan kebutuhan pangan dunia, termasuk Indonesia dewasa ini adalah kekurangan gizi, baik gizi makro seperti protein, karbohidrat dan lemak, serta gizi mikro seperti kekurangan asam amino esensial, dan berbagai vitamin dan mineral. Daging ayam dapat menjadi solusi dengan sejumlah kelebihan yang dimilikinya.

Risiko adanya generasi stunting adalah mereka yang kelak ketika dewasa akan mengalami keterbatasan wawasan karena secara tingkat kecerdasan akan kalah jika dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami stunting. Kualitas SDM yang rendah bakal menurunkan daya saing generasi yang akan datang di kancah persaingan global yang tanpa batas. Bila kondisi tersebut tidak segera diantisipasi, masalah kurang gizi termasuk masalah stunting, akan menjadi hambatan utama, khususnya dalam hal kualitas daya saing dan produktivitas kerjanya.
Baca Juga :Ternak Itik, Alternatif Persediaan Daging Unggas Nasional
Upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk memerangi kondisi dengan berkolaborasi dengan instansi nonpemerintah yang memiliki komitmen dan perhatian terhadap sektor kesehatan ibu dan anak, misalnya kalangan swasta, lembaga swadaya masyarakat maupun lembaga pendidikan. Pada umumnya, kelompok yang menderita gizi buruk pada umumnya adalah mereka yang tidak memiliki akses terhadap informasi yang cukup tentang pemahaman akan pentingnya gizi, seperti anak-anak balita dan ibu hamil atau yang sedang menyusui.
Daging ayam merupakan sumber protein hewani yang paling direkomendasikan oleh para ahli gizi sebagai pemenuhan sumber protein hewani, karena daging ayam merupakan sumber protein hewani yang bernilai tinggi dan dapat memenuhi kebutuhan bayi dan balita selama proses pertumbuhan dan perkembangannya. Konsumsi daging ayam memang berperan penting dalam penanggulangan gizi buruk bangsa karena sejumlah kelebihannya: kandungan gizi lengkap, mudah diperoleh, mudah diolah dalam aneka masakan, serta harga yang relatif terjangkau rakyat banyak.
Namun yang patut diingat adalah, pemberian daging ayam pada bayi hanya diberikan setelah umur 6 bulan dalam bentuk makanan pendamping air susu ibu (MPASI) dan konsumsi daging ayam perlu dikombinasikan dengan sumber zat gizi lain. Selain itu, higiene dan sanitasi dalam pengolahan bahan makanan juga harus diperhatikan agar apa yang dikonsumsi tidak tercemar oleh kuman berbahaya atau benda asing yang dapat membuat tubuh terjangkit penyakit atau menimbulkan keracunan. 
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juni 2019 dengan judul “Daging Ayam Bantu Atasi Gizi Buruk Anak Bangsa”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153