Kedelai merupakan salah satu komoditas pertanian yang terkena imbas dari perang dagang AS
Oleh : Elis Helinna
Di antara barang AS yang akan dikenakan tarif oleh Cina adalah komoditi pertanian dan peternakan seperti kedelai, jagung, gandum, daging sapi, babi dan unggas. Komoditi yang paling keras terdampak adalah kedelai. Pada tahun 2017, AS menjual kedelai kepada Cina senilai lebih dari US$ 13 miliar. Ekspor ke Cina merupakan 27% dari produksi kedelai AS tahun lalu.

Pertengahan bulan Juli lalu, International Monetary Fund (IMF) memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa perang dagang akan merugikan ekonomi global hingga US$ 430 miliar.

Dalam jangka pendek, Cina tidak akan membeli kedelai dari AS, dan mereka akan membeli dari Brasil. “Sebelumnya, Brasil sudah merupakan pemasok kedelai terbesar Cina. Dengan berlakunya perang tarif melawan AS, impor kedelai Cina dari Brasil akan meningkat secara signifikan,” ujar Rajiv Biswas, ekonom dari IHS Markit.
Menurut ahli ekonomi dari Purdue University, Chris Hurt, hal ini akan berdampak pada turunnya harga kedelai di AS sendiri. “Setelah beberapa saat, kita akan menemukan equilibrium,” ungkapnya. Menurut satu kajian oleh para ekonom Universitas Purdue, harga kedelai AS akan turun hingga 5%. Penurunan dalam industri kedelai akan mencapai US$ 3 miliar per tahun.
Baca Juga : Dunia Membalas Tarif AS
Di samping itu, penggunaan segala jenis oil seeds selain minyak kedelai diperkirakan akan meningkat sebagai substitusi. “Sejak 2012, Cina mengimpor kedelai dalam jumlah sangat besar dan formula pakan ternak kami bisa disesuaikan untuk mengurangi konsumsi kedelai,” ujar Ma Wenfeng, seorang analis senior pada Beijing Orient Agribusiness Consultancy. Cina akan memangkas impor kedelai pada 2018 dan 2019, penurunan pertama selama 15 tahun terakhir. Volume impor diperkirakan turun 0,3% dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi 95,65 juta ton. Penulis Merupakan Koresponden Poultry Indonesia New York
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Agustus 2018 di halaman 62 dengan judul “Perang Dagang AS vs Dunia”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153