Perguruan tinggi diharapkan mampu menyesuaikan pola belajar dan mengajar dengan perkembangan teknologi yang ada
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Closed house dinilai sebagai kandang modern karena memiliki keunggulan pada sistem otomatisasi yang diterapkan, seperti pada pemberian pakan (hopper) dan minum (nipple). Selain itu, perbedaan kandang modern closed house dengan kandang opened house terletak pada sistem sirkulasi udara yang otomatis terjaga di dalam kandang. Closed house di area Unsoed memilki delapan buah exhaust fans (outlet) dan inlet berupa cooling pad yang bekerja secara otomatis apabila suhu kandang tinggi.
Oleh karena itu, Demi menunjang proses pembelajaran yang menyenangkan dan kompeten, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman kian giat memperbaiki infrastrukturnya. Beberapa bangunan terlihat sudah diperbarui untuk fasilitas praktikum mahasiswa. Tahun ini saja, akan ada tiga bangunan closed house mini yang akan digunakan untuk menunjang proses praktikum maupun penelitian.
Baca Juga :
Menurut Keterangan Sufriyanto selaku ketua Eksperimental Farm Fakultas Peternakan Unsoed, terkait pembangunan tiga kandang closed house mini tersebut. “Closed house ini diharapkan agar mahasiswa Fakultas Peternakan tidak ketinggalan zaman dengan kian banyaknya inovasi di bidang perunggasan,” ungkapnya, Jumat (10/8).
Sufiriyanto juga mengemukakan bahwa pembangunan closed house mini dipicu oleh closed house yang telah dibangun dengan kapasitas besar. “Kita ketahui bahwa di Universitas Jenderal Soedirman telah dibangun closed house dengan kapasitas besar dan bersifat komersial, yang dikhawatirkan akan mengganggu sistem yang ada apabila terlalu sering dikunjungi. Sehingga, kita bangun closed house mini agar mudah untuk dipelajari,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa opened house yang sudah ada sejak ada berpuluh-puluh tahun akan tetap dipertahankan agar mahasiswa mengetahui perbedaan antara opened house dengan closed house. Menurut penuturan Sufiriyanto, kandang sistem opened house memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan kandang sistem closed house. “Terakhir kita mendapatkan keuntungan bersih dari pemeliharaan sistem opened house sebesar 1.750 rupiah per ekor, paling tinggi 4.000 rupiah. Sedangkan sistem closed house yang sedang berjalan di lapangan minimal keuntungan bersih 3.000 rupiah dan tertinggi dapat mencapai 6.000 rupiah, sehingga dapat dihitung saja jika dikalikan per ekor,” tuturnya.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2018 di halaman 76 dengan judul “Modernisasi Budi Daya Unggas di Lingkup Akademi”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153