Fapet UB bekerjasama dengan CV. Agro Poultry Solution untuk mendistribusikan pakan UB Feed ke wilayaj Jawa, Bali, dan Kalimantan
POULTRYINDONESIA, Malang – Hasil penelitian yang berada di kampus perguruan tinggi, seringkali hanya cukup berakhir di rak buku perpustakaan, sebagai bahan literasi. Namun, tidak demikian halnya dengan penelitian-penelitian yang dilakukan oleh tim dari Pusat Kajian Tropical Poultry Research and Technologi, Fakultas Peternakan (Fapet), Universitas Brawijaya (UB), Malang.
Hasil penelitian itu dikumpulkan, dan diformulasikan sehingga membentuk sebuah produk yang layak jual.
Adalah Dr. Muhammad Halim Natsir, S.Pt, MP salah satu dari anggota kajian itu mengungkapkan, formulasi dari gabungan penelitian itulah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya “UB FEED”, sebuah produk imbuhan pakan berbasis alamiah, yang bisa menjadi pilihan pengganti antibiotik.
Menurutnya, kehadiran UB FEED menjadi penting, saat pemerintah melakukan pelarangan Antibiotic Growth Promoter (AGP) yang dimulai awal 2018 lalu. Imbuhan pakan ini bisa diberikan pada ayam pedaging dan petelur, yang mengandung asam amino esensial, multi vitamin, mikromineral seimbang, acidifier, probiotik dan fitobiotik.
“Semua itu diformulasikan dalam rangka mengatasi kendala performa produksi, baik ayam petelur atau ayam pedaging pasca dilarangnya AGP,” tegas Halim di sela-sela acara Seminar Nasional Fapet UB Ke- 3 (7/12).
UB Feed merupakan hilirisasi gabungan dari beberapa penelitian yang dikombinasikan menjadi satu formula.
UB Feed bukan merupakan pakan utama, tetapi hanya sebagai pakan tambahan. Dosis pemakaian UB Feed untuk ayam pedaging (Broiler) 3-5 kilogram per ton pakan. Sedangkan untuk ayam petelur, satu kilogram per 200-250 kilogram pakan. Dan untuk 2019, sedang diupayakan untuk ternak ruminansia.
Untuk sekarang ini dalam satu bulan, telah mampu untuk memproduksi sebesar 1 – 1,5 ton / bulan, yang sudah digunakan langsung oleh peternak unggas di Jawa, Kalimantan dan Bali, dengan CV. Agro Poultry Solution sebagai distributornya. Yafi