Festival ayam dan telur merupakan upaya untuk mencerdaskan anak bangsa melalui edukasi tentang protein hewani yang terjangkau bagi setiap lapisan masyarakat
POULTRYINDONESIA, Bogor – Festival Ayam & Telur (FAT) 2019 Minggu (4/8) di Lapangan Sempur, Bogor merupakan acara tahunan yang sudah diselenggarakan selama 9 tahun berturut-turut. Acara yang memiliki tagline ‘Ayam dan Telur Meningkatkan Gizi dan Prestasi Anak Bangsa’ ini diawali oleh senam pagi bersama para pengunjung yang sejak pagi memadati lapangan. Para pengunjung juga dihibur oleh penampilan Paduan suara dari SMP 1 bakti Bogor
Suhadi Purnomo selaku ketua panitia memaparkan bahwa acara ini merupakan inisiasi yang dilakukan untuk mencerdaskan anak bangsa melalui ayam dan telur sebagai protein hewani yang terjangkau bagi setiap lapisan masyarakat. Ia berharap bahwa ayam dan telur dapat dijadikan sebagai menu utama bagi setiap keluarga. “Setidaknya 3 hari itu lauknya, menu lauknya itu asal telur dan daging ayam.” Ujarnya.
Fitri N Poernomo selaku Wakil Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI)/Ketua Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IKA FKH IPB) dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan kerjasama FPMI dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan didukung oleh IKA FKH IPB. “Kita mengajak bersama-sama untuk lebih bisa meningkatkan konsumsi protein hewani agar kita bisa bersaing kedepan dengan bangsa-bangsa lainnya, dan kita bisa memerangi masyarakat yang kurang gizi dan stunting.” Paparnya
Dr. Bima Arya, selaku Walikota Bogor turut memberikan sambutan pada acara FAT ini. Ia menyampaikan keprihatinannya kepada bekal makan anak sekolah dasar. “Saat ini banyak warga Bogor gak paham bahwa ayam dan telur itu penting.” Ungkapnya.
Ia juga telah melakukan kerjasama dengan kementrian dan balai yang terkait untuk meningkatkan kesadaran dari warga.
Sambutan terakhir diberikan oleh Fini Murfiani, selaku Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHnak) dari Kementrian Pertanian. Ia menyatakan bahwa menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2018 konsumsi daging ayam dan telur di Indonesia masih tergolong rendah daripada negara tetangga seperi Malaysia, yaitu sekitar 11,5 kg daging ayam dan 7 kg telur per tahun.
“Untuk itu kita perlu untuk lebih meningkatkan konsumsi kita,” jelasnya
Peresmian acara FAT dilakukan dengan memakan ayam dan telur bersama serta penancapan bendera merah putih yang dibawakan oleh robot gatot kaca kepada Dr. Bima Arya. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize bagi pengunjung yang beruntung serta diadakannya kampanye gizi yang diberikan oleh dr. Oz Indonesia dr. Rizal Alaydrus, drh. Ira Firgorita dari ketua bidang Askesmaveti, dan Ovi Dwi Natalia selaku Duta Ayam dan Telur.