Koksidiosis dapat menyebabkan penurunan produksi, naiknya morbiditas sampai terjadinya mortalitas (Foto : PI_Farid)
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Menurut Lillehoj dalam penelitian yang berjudul Role of T Lymphocyte and Cytokines in Coccidiosis, koksidiosis menjadi kasus penyakit yang hampir selalu muncul pada setiap periode pemeliharaan ayam. Siklus hidup yang pendek serta potensi reproduksi Eimeria yang tinggi di dalam suatu kelompok ayam yang dipelihara secara intensif akan mendukung timbulnya letupan penyakit yang berat.

Ketika oocysts ini sudah berada di lingkungan bebas dan termakan oleh ayam, secara otomatis dia akan masuk dalam tubuh dan langsung menuju ke usus dimana usus ini merupakan predileksi atau tempat hidup untuk oocysts tersebut.

Penyebaran penyakit koksidiosis ini melalui sel tunggal yang disebut oocysts. Oocysts ini dikeluarkan dari dalam tubuh ayam bersamaan dengan kotoran. Penyebaran oocysts ini bisa dengan sangat mudah, melalui udara bebas atau terbawa debu. Beberapa peralatan perkandangan bisa juga menjadi salah satu sarana penyebaran oocysts ini.
Baca Juga : Probiotik Alami Solusi Pengganti AGP
Pengontrolan orang yang keluar masuk juga sangat diperlukan mengingat oocysts juga bisa disebarkan atau terbawa oleh aktivitas manusia. Vektor lainnya seperti hewan peliharaan atau hewan liar sebisa mungkin dihindari masuk ke kandang untuk meminimalisir penyebaran penyakit.
Lama-lama oocysts akan hidup dan berkembang di dalam usus tersebut. Di dalam usus oocysts lebih tepatnya hidup di dalam epitel dinding usus. Ketika jumlahnya banyak, oocysts ini bisa merusak sel-sel dan jaringan dinding usus, yang kemudian akan mengganggu penyerapan sari-sari makanan di dalam usus. Inilah awal mula penyebab keradangan usus yang menyebabkan pendarahan.
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Juli 2018 di halaman 68 dengan judul “Dilema Pemberantasan Koksidiosis”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153