Pemanfaatan probiotik dapat menurunkan kejadian serangan penyakit Salmonella
Oleh : drh. Sulaxono Hadi dan drh. Ratna Loventa Sulaxono, Medik Veteriner Ditjen PKH, Kementan, Balai Besar Veteriner Maros
Infeksi bakteri Salmonella sp atau salmonellosis banyak dikenal dengan sebutan penyakit berak kapur. Penamaan tersebut disebabkan warna tinja ayam berwarna putih seperti kapur. Penyakit ini juga berpoteni zoonosis. Berak kapur bisa menular ke manusia melalui konsumsi telur karena adanya kontaminasi pada kerabang telur. Mulas, diare, demam, lemas bisa terjadi karena infeksi kuman tersebut.

Saat ini di berbagai belahan dunia menyoroti dan membatasi penggunaan antibiotik pada unggas. Pencegahan infeksi ditekankan pada peningkatan daya tahan tubuh melalui berbagai perbaikan manajemen pemeliharaan, salah satunya dengan penggunaan probiotik yang diaplikasikan melalui pakan atau minum untuk menekan infeksi salmonellosis.

Amerika Serikat pernah menutup satu usaha peternakan petelur yang besar setelah diketahui adanya masyarakat yang mengonsumsi telur dari peternakan tersebut menderita keluhan diare. Penelusuran dilakukan tentang asal usul telur yang dipasarkan dan dibeli masyarakat. Otoritas Kementerian Kesehatan mengambil kebijakan memerintahkan untuk menutup pemasaran telur yang tercemar yang berasal dari peternakan ini. Amerika mencatat ada 142.000 kasus setiap tahunnya dan Brasil mencatat adanya peningkatan kasus sebesar 42,5% dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2009.
Baca Juga : Minyak Atsiri Serai dan Kapulaga Solusi Pengganti AGP
Pemakaian antibiotik untuk unggas dengan maksud bukan untuk pengobatan telah dilarang pemakaiannya. Penggunaan antibiotik hanya untuk maksud pencegahan berdampak menimbulkan resistensi, dan menyulitkan pengobatan di masa mendatang karena mikroba menjadi resisten. Akibat yang terjadi, infeksi salmonellosis pada manusia yang semula bisa diobati dengan obat murah meriah seperti kloramfenikol menjadi sulit.
Pelarangan penggunaan antibiotik pada unggas karena berisiko menimbulkan resistensi juga telah dilakukan di Eropa. Resistensi akan mengakibatkan sulitnya pengobatan bila terjadi infeksi pada manusia dan menyebabkan terjadinya diare. Salmonella senftenberg adalah salah satu strains Salmonella yang resisten terhadap berbagai antibiotik. Upaya pelarangan pemakaian antibiotik untuk pengendalian Salmonella pada unggas perlu upaya bersama ke depan agar tidak dipakai lagi. Perbaikan tata laksana pemeliharaan, aplikasi manajemen biosekuriti, serta pencegahan dengan probiotik perlu dilakukan dan menjadi komitmen bersama.
Baca Juga : Pengujian Bahan Aktif Tanaman Pengganti AGP
Ada istilah mencegah lebih baik daripada mengobati. Mencegah infeksi pada sumber produksi seperti pada peternakan ayam petelur harus dilakukan agar telur konsumsi yang dihasilkan akan aman. Pada breeding farm juga harus bebas dari pullorum, apabila tidak dilakukan, maka infeksi telur tetas dari induk bisa menular ke DOC yang dihasilkan. Jika hal tersebut terjadi, jelas merugikan masyarakat peternak karena akan menimbulkan infeksi pada saat periode starter dan grower yang menyebabkan pertumbuhan ayam menjadi terhambat dan tidak merata.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2019 dengan judul “Memanfaatkan Probiotik untuk Menekan Infeksi Salmonella”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153