POULTRY INDONESIA, Jakarta – Bisnis alga laut sangat menarik perhatian dan berkembang pesat berkat kualitas dan banyaknya molekul bioaktif pada ganggang laut ini. Alga memiliki potensi besar, terutama di sektor makanan dan pakan ternak.
Dinding sel makro alga banyak mengandung polisakarida sulfat. Berbagai penelitian telah menunjukkan beragam sifat biologis yang dimiliki oleh alga, termasuk anticoagulan, antimikroba, antiproliferatif, antitumoral, dan imunomodulator.
French National Institute for Agricultural Research (INRA) dan Olmix Group melakukan kerja sama dalam bidang penelitian untuk mengeksplorasi potensi ekstrak alga yang kaya akan polisakarida sulfat tersebut. Upaya kerja sama ini, berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Olmix (28/3), menunjukkan hasil dari sebuah studi in vitro pada sel-sel epitel usus yang berbeda (IPEC-1), di antaranya menunjukkan bahwa polisakarida sulfat dapat merangsang produksi mediator imun di usus sebagai CCL20, IL-8, dan TNFa.
Memahami mekanisme immunomodulatory action sangat diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan polisakarida bioaktif dalam strategi pencegahan di masa depan, yakni untuk meningkatkan respons imun atau kekebalan dan kesehatan hewan.
Hasil dari in vitro tersebut sangat menjanjikan dan bisa digunakan dalam pakan untuk memodulasi respons imun ternak. Di samping itu, dapat melindungi membran mukosa (selaput lendir) dari bakteri patogen, mampu meningkatkan ketahanan tubuh hewan terhadap infeksi, dan bisa mengurangi penggunaan antibiotik yang menjadi isu hangat di industri peternakan.