Puyuh memang merupakan salah satu jenis burung, tetapi dikategorikan dalam jenis yang tidak bisa terbang (Foto : PI_Adam)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Puyuh merupakan salah satu dari sekian banyak jenis unggas di dunia. Sebagian orang terkadang menyebut hewan ini dengan sebutan burung puyuh. Puyuh memang merupakan salah satu jenis burung, tetapi dikategorikan dalam jenis yang tidak bisa terbang. Puyuh memiliki ukuran tubuh yang kecil tetapi terlihat gemuk dengan kaki yang pendek. Kebanyakan puyuh yang ada di Indonesia adalah puyuh berwarna cokelat kemerahan atau cokelat kekuningan dengan variasi garis dan totol yang khas. Di Indonesia, perkembangan puyuh sebagai ternak memang sedikit ketinggalan dibanding beberapa negara di Asia seperti, Malaysia, Thailand dan Jepang. Namun saat ini pengembangan puyuh di Indonesia terus dilakukan seiring dengan pertambahan jumlah minat dan kemampuan beternak.

Beternak puyuh saat ini menjadi bisnis yang menjanjikan. Tingginya permintaan konsumen membuat peluang dalam mengembangkan bisnis puyuh dari hulu ke hilir semakin hari semakin menarik.

Beberapa perbedaan bisa ditemukan dengan jelas antara puyuh jantan dan puyuh betina. Jika dilihat dari ukurannya, puyuh jantan memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding puyuh betina. Pada puyuh betina, bulu dadanya berwarna cokelat tua serta terdapat totol-totol di sekitarnya. Berbeda dengan puyuh jantan yang bulu dadanya berwarna cokelat muda dan polos, tidak terdapat totol di sekitarnya. Selain itu pada pangkal paruh pejantan bewarna kemerahan, sedangkan pada betina tidak ada. Ciri lainnya, pada puyuh pejantan terdapat benjolan sebesar biji kelereng di atas kloaka, dan jika ditekan akan mengeluarkan cairan putih seperti pasta dari kloaka, sedangkan untuk puyuh betina tidak ada ciri-ciri tersebut.
Aneka ragam jenis puyuh
Berbicara tentang jenis puyuh, ternyata ada beberapa jenis yang tersebar di dunia. Seperti dilansir oleh buku yang ditulis Tim Karya Mandiri dengan judul Sukses Beternak Burung Puyuh, terdapat empat jenis burung puyuh yang ada di dunia. Keempat jenis burung puyuh itu di antaranya puyuh jepang, puyuh batu, puyuh gonggong jawa dan bobwhite.
Baca Juga : Menilik Potensi Budi Daya Puyuh Petelur Padjadjaran
Puyuh jepang yang mempunyai nama latin Coturnix japonica ini merupakan jenis puyuh yang paling banyak diternakkan di Indonesia. Di tempat asalnya, burung ini sudah dibudidayakan sejak 700 tahun yang lalu. Burung ini mempunyai panjang badan sekitar 19 cm, berbadan bulat, berekor pendek, memiliki paruh pendek dan kuat, serta berjari kaki sebanyak empat. Puyuh jepang dapat bertelur sekitar 300 butir per tahun dengan bobot telur sekitar 10 gram per butirnya. Normalnya, puyuh ini berwarna cokelat kekuning-kuningan dengan betinanya berwarna lebih cerah.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2019 dengan judul “Mengenal Puyuh, Unggas Kecil Berpotensi Besar”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153