Penyebab stress pada ternak unggas umumnya dapat diatasi dengan manajemen pemeliharaan yang tepat
Oleh Ir. Sjamsirul Alam*
Stres pada ayam dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya tekanan eksternal (external pressure) dan tekanan internal (internal pressure). Tekanan eksternal yang paling sering melanda ayam adalah perubahan cuaca secara tiba-tiba, kegaduhan, proses transportasi, serta perubahan air minum dan jenis pakan secara mendadak. Sementara tekanan internal sering diakibatkan kondisi ayam itu sendiri, semisal sakit dan kelelahan. Apabila penanganan berlangsung lambat, maka stres akan mengundang kerugian usaha.

Ayam yang mengalami stres merupakan penghambat keberhasilan dalam usaha peternakan. Namun, sayangnya, sering kali para peternak menganggap enteng masalah ini.

Sebelum melakukan penanganan terhadap terjadinya stres, kita harus terlebih dahulu mencari penyebab stres yang sebenarnya. Setelah itu, barulah kemudian melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan penyebabnya sehingga tepat sasaran dan tidak mubazir. Beberapa penjelasan penyebab stres adalah sebagai berikut:
1. Transportasi.
Transportasi dari penetasan (hatchery) ke peternakan (farm) yang berjarak cukup jauh dan transportasi dari peternakan awal ke peternakan lain akan mengakibatkan stres karena interaksi dengan ayam, goncangan kendaraan dan peralihan suasana ke yang baru. Solusi penanganan untuk ayam remaja atau dewasa adalah dengan pemberian vitamin elektrolit 2 hari sebelum pemberangkatan dan 2 hari sesudah sampai ditujuan. Sementara untuk day old chick (DOC) umur 1 hari, berikan air minum yang dicampur gula aren dengan takaran 50-80 gr/liter air untuk 6-8 jam pertama, dan vitamin C dengan dosis 1 gr/liter air selama 24 jam pertama. Pakan diberikan setengah jam kemudian.
2. Potong paruh (debeaking)
Perlakuan ini pada mulanya dimaksudkan untuk mencegah kanibalisme dan menghindari pemborosan pakan, akan tetapi dapat pula mengakibatkan stres. Potong paruh perlu dilakukan sekitar usia 8-10 hari untuk menghindari stres berat dan harus dilakukan dengan cepat oleh petugas yang benar-benar terampil dan berpengalaman. Tambahkan vitamin K dan C dalam air minum untuk mencegah pendarahan. Ayam juga harus dalam kondisi sehat dan mundurkan jadwal vaksinasi bila ayam menunjukkan reaksi vaksinasi.
3. Pemindahan kandang.
Perpindahan ayam dari kandang postal ke kandang baterai juga akan mengakibatkan stres. Solusinya ialah pemberian vitamin-antistres 2 hari sebelum transfer dan 2 hari sesudahnya.
4. Vaksinasi.
Upaya ini akan menyebabkan stres karena ayam dipegang-pegang dan terjadinya perubahan fisiologis dalam tubuh ayam. Solusinya berikan vitamin elektrolit dalam air minum 2 hari sebelum dan sesuhah vaksinasi. Bila dipelihara di kandang postal, perbanyak petugas yang memegang ayam dan jangan perlakukan ayam dengan kasar.
5. Pergantian jenis pakan.
Perubahan palatability (rasa) pakan yang lama ke pakan yang baru akan mengakibatkan stres sehingga nafsu makan menurun drastis. Solusinya ialah dengan mengganti pakan lama dengan pakan baru secara bertahap, yaitu hari pertama berikan 2/3 bagian pakan lama dan 1/3 bagian pakan baru, hari kedua berikan 1/3 bagian pakan lama dan 2/3 bagian pakan baru dan hari ketiga full berikan pakan baru.
Baca Juga : Identifikasi Infectious Bronchitis Pengancam Pernapasan Unggas
Faktor-faktor  berikutnya penyebab stres yakni lokasi peternakan yang bising, bibit DOC berkualitas rendah, kondisi kandang tidak nyaman, penyakit, pergantian operator dan perlengkapan, dan suhu udara tinggi. *Praktisi perunggasan, alumnus Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran.
 Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Maret 2019 dengan judul “Menguak Penyebab Stres pada Ayam”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153