Kontrol biosekuriti yang ketat untuk meminimalisir kontak dengan agen penyakit
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Persoalan flu burung saat ini tidak seheboh pada saat awal kemunculannya muncul belasan tahun lalu. Namun, virus ini tetap mengancam peternakan Indonesia meski tak kentara. Menurut Ketua Himpunan Dokter Hewan Indonsia (PDHI), Dr. drh. Heru Setijanto, PAVet (K), hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Perlu disadari tentang apakah penurunan penyakit ini karena usaha yang telah dilakukan. Atau, memang karena penyakit ini bermutasi dan semakin sulit terdeteksi. Nyatanya, saat ini manusia masih hidup bersama Avian Influenza.
Heru mengatakan, kondisi AI di Indonesia ini ibarat nasi sudah menjadi bubur. Kejadian sudah datang dan dialami oleh bersama-sama. Ia menilai bahwa hal yang perlu dilakukan saat ini adalah fokus melakukan upaya pencegahan penyakit tersebut. “Seperti tranportasi (unggas) harus baik, kemudian yang paling penting adalah tanggung jawab diri. Sudah ada aturan, dan tolong laksanakan aturan itu dengan sebaik baiknya,” ujar Heru.
Baca Juga : Perkembangan Avian Influenza di Indonesia
Di lain pihak, Fadjar Sumping Selaku Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementerian Pertanian mengingatkan, Indonesia merupakan negara dengan kelembapan udara yang tinggi dan cuaca yang berubah-ubah. Langkah yang harus dilakukan oleh para peternak untuk tetap melindungi ternaknya adalah menciptakan suasana kandang yang baik, mengatur sirkulasi udara, menjaga kenyamanan supaya ayam tidak stres, serta penerapan biosekuriti tiga zona yang sangat penting.
Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah petugas kandang diupayakan tidak tercampur antara satu kandang dengan kandang yang lainnya. Manajemen peralatan kandang dan pemerhatian asupan nutrisi bagi ayam juga sangat penting untuk diwujudkan. “Pada dasarnya kalau kondisi hewannya sudah fit, kita tidak perlu takut akan penyakit yang bisa menyerang ternak,” ungkap Fadjar.
Baca Juga : Avian Influenza Masih Mengancam
Pemerintah juga menghimbau kepada para masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan cara melaporkan setiap indikasi kejadian AI dilapangan. “Tidak perlu ada rasa takut untuk melapor, agar pemerintah bisa dengan cepat bertindak dan memberi bantuan. Kita bisa menggiring tim untuk ke lapangan dan juga melakukan bantuan berupa obat-obatan, terutama untuk peternak kecil dan menengah. Kita menyediakan dinas-dinas, balai-balai, dan laboratorium yang siap membantu,” lanjutnya.
Perketat Biosekuriti
Technical Education & Consultation PT Medion, drh. Christina Lilis menekankan pada pembenahan biosekuriti didalam lingkungan kandang, maupun sistem perkandangannya. Harapannya yaitu untuk meminimalisir dampak dan bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh penyakit. Penerapan biosekuriti model tiga zona (bersih, transisi, kotor) perlu dilakukan untuk mengamankan peternakan agar tidak terserang berbagai penyakit unggas. Desinfeksi ketat di lingkungan kandang juga perlu dilakukan.
Kotoran atau feses merupakan media ideal yang bisa membawa virus AI, jadi, sebaiknya dilakukan pembersihan feses secara rutin dan sebisa mungkin menghindari feses menumpuk dan lembap. Sanitasi pada air minum unggas juga harus dilakukan secara rutin. Membatasi kontak antara unggas komersial dengan ayam kampung, unggas air atau hewan liar juga salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Baca Juga : Menghadapi Era Tanpa Agp Telusuri Sumber Kontaminasi
Selain upaya itu, melakukan vaksinasi juga salah satu upaya yang dianjurkan. Hendaknya melakukan vaksinasi dengan tepat yang mencakup ketepatan penentuan jadwal vaksinasi, kualitas vaksin, dan tata laksana vaksinasi yang sesuai dan kondisi ayam saat divaksin. Selain itu, yang wajib diperhatikan adalah melakukan program vaksinasi sesuai jenis ternak dan kebutuhan di lapangan dengan menggunakan vaksin AI yang sesuai dengan kondisi perkembangan virus AI di lapangan.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2018 di halaman 36 dengan judul “Bisakah Indonesia Bebas AI?”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153