Tanya:
Seberapa pentingnya uji serologi dalam pemeliharaan ayam petelur? Uji laboratorium apa saja yang bisa dilakukan selama masa pemeliharaan?
Bapak Sandi
Kediri – Jawa Timur
Jawab:
Yth. Bapak Sandi, terima kasih atas pertanyaannya. Seperti yang telah kita ketahui, maraknya penyakit viral yang menginfeksi ayam saat ini diperlukan program vaksinasi dan biosekuriti yang ketat. Selain itu, pencegahan tersebut perlu didukung dengan pemantauan (monitoring) terhadap status kesehatan ayam tersebut yaitu melakukan uji serologi.
Uji serologi didefinisikan sebagai suatu uji yang dilakukan untuk melihat gambaran titer antibodi di dalam tubuh ayam. Teknik uji ini menggunakan serum darah sebagai sampel, karena di dalamnya terkandung antibodi (antibodi humoral, red).
Manfaat Uji Serologi
Secara garis besar manfaat uji serologi ada 2, yaitu monitoring status kesehatan dan untuk membantu peneguhan diagnosa. Monitoring status kesehatan identik dengan upaya pencegahan. Monitoring tersebut meliputi penentuan jadwal vaksinasi pertama dan revaksinasi, mengukur keberhasilan vaksinasi, dan menentukan baseline titer (titer dasar) untuk peringatan dini (early warning system). Sedangkan manfaat kedua yaitu untuk membantu peneguhan diagnosa yang berkaitan dengan tindakan penanganan selanjutnya. Berikut penjelasannya:
• Mengukur antibodi maternal
Pengukuran antibodi maternal melalui uji serologi sering dilakukan untuk menentukan jadwal vaksinasi Gumboro. Dengan demikian akan diprediksi kondisi turunnya titer antibodi maternal sehingga bisa diperkirakan waktu yang tepat untuk vaksinasi Gumboro pertama menggunakan vaksin Gumboro aktif.
• Melihat keberhasilan vaksinasi
Untuk melihat keberhasilan vaksinasi dengan mengukur pembentukan antibodi humoral (antibodi yang beredar di dalam darah). Uji serologi ini dapat dilakukan 2-3 minggu post vaksinasi menggunakan vaksin aktif, atau 3-4 minggu post vaksinasi menggunakan vaksin inaktif. Pengukuran antibodi humoral ini akan memberikan gambaran yang representatif apabila dilakukan pada ayam yang telah mempunyai sistem pembentukan kekebalan humoral yang sempurna yaitu umur > 5 minggu.
• Menentukan jadwal vaksinasi ulang (revaksinasi)
Selanjutnya apabila Bapak ingin melakukan monitoring titer secara rutin dimasa produksi, uji serologi bisa dilakukan setiap 1-2 bulan sekali sehingga gambaran titer antibodi protektif akan terus terpantau dan dapat diperkirakan waktu yang tepat untuk ayam divaksinasi kembali.
Early warning system
Sistem early warning ini dapat berjalan jika kita memiliki data baseline titer dari ayam yang dipelihara dan diperoleh melalui uji serologi secara rutin setiap bulan. Baseline titer merupakan level minimal titer antibodi agar ayam aman dari infeksi penyakit tertentu.
• Membantu meneguhkan diagnosa penyakit
Beberapa jenis penyakit yang biasanya menyerang ayam petelur seperti ND, AI, dan IB terkadang sulit dibedakan apabila tidak menunjukkan gejala/perubahan yang khas. Pada kondisi tersebut uji serologi dapat membantu mengarahkan diagnosa. Pengambilan sampel dilakukan 2 kali yaitu pada permulaan terjadinya kasus serta 12-21 hari kemudian. Adanya kenaikan titer 4 kali lipat serta ketidakseragaman gambaran titer pada pemeriksaan kedua, maka dapat disimpulkan kemungkinan besar ayam sedang terinfeksi virus lapangan sesuai dengan jenis antibodi yang diuji.
Uji Laboratorium
Dari berbagai manfaat tersebut, bisa didapatkan kesimpulan bahwa uji serologi sangat membantu dalam monitoring hasil vaksinasi dan memantau status kesehatan ayam.
Terdapat beberapa jenis metode yang digunakan dalam uji serologi, beberapa diantaranya Haemagglutination Inhibition test (HI test), Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA), Rapid Plate Agglutination test (RPAT), Agar Gel Precipitation test (AGPT), dan Serum Neutralization test (SNT). Uji serologi yang paling sering menjadi pilihan bagi peternak adalah metode HI test dan ELISA. Karena menyadari pentingnya uji serologi itulah maka Medion menghadirkan Laboratorium Medion (MediLab) yang juga menyediakan jasa uji serologi, baik metode HI test maupun ELISA.
Metode uji serologi di MediLab dilakukan sesuai Standard Operational Procedures (SOP), mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI), Office Internationale Epizooticae (OIE), dan sebagainya. Pengujian di MediLab telah mengimplementasikan ISO 17025:2008 (Standar Akreditasi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi). Peralatan yang digunakan pun dilakukan kalibrasi secara rutin.
Selain uji serologi, perlu dilakukan pula uji kualitas ransum secara rutin. Selama masa pemeliharaan ayam petelur, ransum yang biasa diberikan dapat berupa ransum jadi atau ransum self mixing. Uji kualitas ransum ini penting terutama untuk penggunaan ransum self mixing, mengingat formulasinya yang dilakukan sendiri sehingga persentase penggunaan harus menyesuaikan dengan kandungan nutrisi bahan baku yang dipakai. Adapun untuk ransum jadi, uji kualitas ransum ini dapat dilakukan guna me-monitoring kandungan nutrisi ransum selama penyimpanan. Oleh karena itu, adanya MediLab siap membantu memberikan pelayanan uji ransum secara terpercaya.
Tidak hanya hasil uji laboratorium, MediLab juga memberikan interpretasi hasil uji sekaligus saran dan tindak lanjutnya. Hal ini akan memudahkan peternak dalam memahami hasil uji dan melakukan treatment, baik pencegahan atau penanganan terhadap kasus/masalah yang sedang dihadapi. Salam.