Penyembelihan harus dilakukan secara cepat agar tidak menimbulkan rasa asakit yang berlebihan
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Tidak cukup hanya baik dan aman secara kesehatan, daging ayam juga harus halal. Dan salah satu titik kritis kehalalan daging ayam adalah pada saat penyembelihannya. Menurut SNI no 9002 tahun 2016, penyembelihan adalah suatu kegiatan mematikan hewan hingga tercapai kematian dengan cara menyembelih yang mengacu pada kaidah kesejahteraan hewan dan syariat Islam.
Di Indonesia, panduan tentang penyembelihan yang halal mengacu pada tiga regulasi utama, yaitu HAS 23103, Guideline of Halal Assurance System Criteria on Slaughterhouses. Regulasi kedua adalah SKKNI No 196 tahun 2014 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan Golongan Pokok Jasa Penunjang Peternakan Bidang Penyembelihan Hewan Halal.
Baca Juga : Flpi Gelar Seminar RPHU
Regulasi ketiga yakni SNI 99002:2016 tentang pemotongan halal pada unggas. Titik kritis dalam kehalalan produk asal hewan menurut MUI HAS 23103 yakni membaca Basmalah, memotong tiga saluran yaitu esophagus, trakhea dan 2 buluh darah arteri carotis, dan tidak memotong medulla spinalis. Penyembelihan juga harus dilakukan dalam satu kali penyembelihan.
Untuk memenuhi syarat kesrawan, maka penyembelihan harus dilakukan dengan cepat sehingga tidak menginduksi kesakitan yang berlebihan. Menurut Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Hewan IPB Supratikno, syarat kompetensi juru sembelih halal antara lain adalah juru sembelih harus Islam, dewasa, dan sehat jasmani rohani. Peralatan yang dipakai harus tajam, mampu melukai hingga darah mengalir, dan tidak terbuat dari kuku atau tulang.
Baca Juga : Berkembangnya Pasar Pangan Halal Global
Dalam melakukan penyembelihan, juru sembelih harus mengucapkan lafaz ‘Dengan menyebut nama Allah’. Juru sembelih halal harus memiliki kompetensi teknis, yakni mampu membedakan hewan halal, mampu mengenali tanda kehidupan pada hewan yang akan disembelih, mampu melakukan tindakan penyembelihan sesuai syariat Islam, dan mampu mengenali tanda-tanda kematian. Domi, Adi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2018 di halaman 78 dengan judul “Mewujudkan Produk Daging Ayam yang Aman dan Halal. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153