Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam kandungan pakan ayam lokal
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pada dasarnya, pakan ayam yang baik adalah bila kebutuhan gizi tercukupi secara seimbang antara lain mengandung protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. Masing-masing kandungan gizi tersebut bisa didapatkan dari bahan alam maupun makanan buatan pabrik. Pemberian pakan haruslah berkualitas baik dan memenuhi standar gizi.

Patokan ransum pakan ayam yang sudah dijadikan standar untuk mencukupi kebutuhan nutrisi ayam kampung periode bertelur adalah berkadar protein 13-17 %, dengan energi metabolik 2200-2700 kkal.

Pemberian pakan merupakan bagian penting dalam usaha peternakan ayam kampung, dalam hal ini terutama jenis petelur. Pakan yang diberikan harus memenuhi kebutuhan untuk produksi telur. Untuk itu secara nutrisi harus memenuhi semua yang dibutuhkan. Paling tidak ada 6 kelompok nutrisi yang harus terpenuhi di dalam pakan ayam. Keenam kelompok nutrisi tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Air.
Biasanya ayam mengonsumsi sebanyak 2-2,5 gram air untuk setiap pakan yang dikonsumsi selama masa awal dan pertumbuhan. Pada masa bertelur, ayam meminum sebanyak 1,5-2 gram air untuk setiap gram pakan yang dikonsumsi. Karena rata- rata ransum ayam yang diberikan mengandung tidak lebih dari 10% air maka penyediaan air minum yang bersih mutlak diberikan secara ad libitum.
  1. Protein.
Merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan bagi ayam kampung petelur. Rata-rata kebutuhan protein untuk petelur adalah berkisar antara 16-17%. Selain secara kuantitatif, protein pakan juga harus mengandung asam amino yang lengkap, terutama asam amino esensial, yaitu yang tidak dapat disintesis di dalam tubuh ayam.
  1. Karbohidrat.
Fungsi utama karbohidrat dalam pakan ayam adalah sebagai sumber energi. Biji-bijian sereal dan turunannya merupakan sumber karbohidrat yang baik.
  1. Lemak.
Ayam petelur memerlukan asam lemak esensial seperti asam linoleat. Selain itu lemak juga menyumbangkan energi bagi ternak. Pada umumya bahan pakan seperti dedak mengandung 2,5% lemak.
  1. Mineral.
Ayam petelur memerlukan mineral penting, terutama adalah kalsium (Ca), Fosfor (P), Natrium (Na), Magnesium (Mg) dan lain – lain. Mineral-mineral tersebut penting karena terkait dengan pembentukan telur.
  1. Vitamin.
Pada umumnya berperan sebagai ko-enzim dan regulator metabolisme. Pakan yang defisiensi vitamin akan menurunkan produktivitas telur.
Baca Juga : Langkah Mudah Meningkatkan Produktivitas Ayam Lokal
Sementara itu, pengelompokan jenis pakan terbagi menjadi 3 tipe berdasarkan periode umur ayam, yaitu pakan starter, grower dan layer. Pakan starter yaitu pakan yang diberikan untuk DOC hingga berumur 8 minggu dan dalam bentuk remahan (mash). Pakan grower merupakan pakan yang diberikan kepada ayam berumur 8-20 minggu atau hingga mulai bertelur. Sedangkan pakan layer diberikan untuk ayam periode bertelur. Yafi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Oktober 2018 di halaman 66 dengan judul “Upaya Peningkatan Produktivitas Ayam Kampung”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153