Peningkatan produksi di AS dan Brasil didorong oleh bahan pakan yang melimpah dengan harga yang relatif rendah, absennya HPAI, serta permintaan global (Foto : www.goodtogostore.com)
Oleh : Elis Helinna
Peningkatan perdagangan daging sapi dunia ini didorong oleh kuatnya permintaan global dan harga yang kompetitif. Brasil dan Amerika Serikat (AS) sebagai eksportir utama meningkatkan suplai ke pasar internasional dengan harga yang lebih rendah. Ekspor daging sapi AS tahun 2018 ini diperkirakan meningkat 6%, didorong oleh permintaan yang kuat dari Korea Selatan, Jepang, Kanada, dan Meksiko. Pada sektor perdagangan daging babi, karena produksi domestik AS meningkat, maka produsen Uni Eropa dan Kanada akan mencari pembeli di pasar internasional.

Perdagangan berbagai jenis daging (sapi, babi, unggas) dunia diproyeksikan meningkat tahun ini. Daging babi dan daging broiler hanya akan meningkat masing-masing 1% dan 2%. Sementara itu, untuk pertama kalinya sejak 2012, daging sapi tumbuh sebesar 5%. Demikian laporan United States Department of Agriculture (USDA).

AS yang mengalami peningkatan produksi cukup tinggi mengalihkan pasarnya ke Meksiko, Jepang dan Filipina. Sementara untuk daging broiler, seluruh eksportir, termasuk eksportir utama Brasil dan AS menghadapi kendala dari Arab Saudi dengan diberlakukannya larangan pemingsanan, dan juga blokade perdagangan regional Qatar. Selain itu, Cina juga menghadang produk broiler AS karena alasan yang berbasis Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI).
Produksi broiler global tahun 2018 diproyeksikan tumbuh 2% menjadi 92,5 juta ton, utamanya berasal dari AS, Brasil, India, dan Uni Eropa. Peningkatan produksi di AS dan Brasil didorong oleh bahan pakan yang melimpah dengan harga yang relatif rendah, absennya HPAI, serta permintaan global yang sedang. Sementara peningkatan produksi di Uni Eropa dan India dipicu oleh naiknya permintaan domestik. Namun demikian, ada sedikit kendala yang menghadang, yakni kurangnya stok bibit akibat larangan yang diterapkan pada penyuplai bibit dunia terkait dengan HPAI.
Baca Juga : 
Tren Budi Daya Cage Free di Berbagai Belahan
Siapa Pemasok Daging Ayam Halal Dunia? 
Ekspor global pada 2018 diperkirakan naik 2% menjadi 11,3 juta ton, terutama didorong oleh permintaan yang kuat dari Jepang, Kuba, Hongkong, Angola, Irak dan Ghana. Ekspor Brasil diperkirakan meningkat hanya 1% menjadi 3,9 juta ton, karena adanya masalah akses pasar di Arab Saudi dan Cina. Sementara Thailand akan mengalami pertumbuhan ekspor 7% menjadi 810.000 ton karena permintaan pasar Asia yang kuat serta meningkatnya akses pasar Cina. Pengiriman dari Ukraina akan meningkat 18% menjadi 310.000 terutama ke pasar Timur Tengah, Uni Eropa, dan Afrika Utara.
Ekspor broiler AS diperkirakan meningkat 3% menjadi 3,2 juta ton. Amerika Serikat akan bersaing langsung dengan Brasil di sejumlah pasar, setelah Brasil kehilangan akses ke Arab Saudi akibat diterapkannya larangan pemingsanan. Pada tahun 2017, ekspor broiler Brasil ke Arab Saudi mencapai 15% dari total perdagangan. Kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara mengambil porsi 43% dari ekspor daging broiler Brasil pada tahun 2017, meningkat dari 32% pada 2007. Pasar Arab Saudi juga berubah dari ayam utuh menjadi ayam potongan.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Oktober 2018 di halaman 62 dengan judul “Produksi dan Perdagangan Daging Dunia”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153