Pembukaan sekaligus pemberian piagam Indo Livestock Award oleh Dirjen PKH (dok PI/2017).
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Pameran peternakan ternama di Indonesia segera digelar. Tahun ini, Indo Livestock akan terselenggara di Jakarta Convention Center (JCC) pada 4-6 Juli 2018. Pameran yang diorganisir oleh PT Napindo Media Ashatama menjadi ajang yang selalu dipercaya sebagai wadah berkumpulnya para pelaku usaha dan industri peternakan. Indo Livestock bukan hanya dijadikan momentum untuk berjumpa para kolega, lebih dari itu, merupakan tempat bertukar inovasi mutakhir di bidang peternakan.
Indo Livestock Expo & Forum merupakan agenda peternakan berskala internasional yang telah terselenggara sejak tahun 2002. Pada penyelenggaraan tahun 2018 ini, Indo Livestock akan memberi sentuhan baru demi kenyamanan para pengunjung dan exhibitor. Upaya itu dilakukan karena Indo Livestock telah menjadi pionir pameran peternakan Indonesia, yang selalu mengundang minat berbagai lapisan masyarakat, seperti kalangan akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum telah biasa berbaur dalam meriahnya pameran ini setiap tahunnya.
Reputasi pameran Indo Livestock tidak hanya menggema di dalam negeri saja, namun sudah merambah ke dunia internasional. Terlihat dari para peserta internasional yang tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam setiap penyelenggaraan Indo Livestock. Pada penyelenggaraan tahun 2017 lalu, lebih dari 370 exhibitor dari 42 negara turut meramaikan pameran dengan beragam stan yang menarik. Selain itu, lebih dari 12.000 pengunjung dan delegasi perdagangan, hadir dalam rangkaian kegiatan Indo Livestock Expo & Forum tahun lalu yang tepatnya diselenggarakan di Surabaya.
Kemeriahan itu menjadi bukti Indo Livestock sebagai pilihan utama pelaku usaha peternakan untuk memasarkan produknya, terutama kepada potential buyer yang hadir. Selain itu, banyak perusahaan internasional yang ingin berbagi tentang teknologi terbaru di dunia peternakan untuk bisa diaplikasikan oleh para pelaku usaha peternakan Indonesia.
Target yang ingin dicapai dari gelaran Indo Livestock Expo & Forum yaitu memberikan edukasi dan pencerahan tentang bagaimana kondisi terkini dunia peternakan dari berbagai belahan dunia. Selain itu, memberikan kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk bertemu dan menjalin relasi jangka panjang. Acara ini juga diharapkan mampu menjadi sarana inspirasi stakeholder peternakan dalam negeri dengan ragam inovasi yang ditawarkan perusahaan mancanegara. Pada akhirnya, inovasi tersebut mampu menjadi pendorong untuk meningkatkan kualitas produksi peternakan Indonesia.
Revolusi Industri 4.0
Tren Industri yang berpadu dengan teknologi menjadikan dunia peternakan secara global ikut berkembang secara pesat. Istilah yang muncul terkait kemajuan tersebut adalah revolusi Industri 4.0, yang terbentuk dari industri dan teknologi berkesinambungan. Revolusi Industri 4.0 merupakan tingkat integrasi antara dunia online dengan produksi industri. Efeknya, tentu akan meningkatkan produktivitas karena menggunakan teknologi digital serta otomatisasi. Maka dari itu, hadirnya kegiatan Indo Livestock 2018 kali ini juga hendak memperkenalkan bagaimana implementasi revolusi industri 4.0 dalam dunia peternakan tanah air. Kelak, langkah ini akan meningkatkan konsumsi produk protein hewani yang masih jauh tertinggal dari negara-negara di dunia.
Dengan penggunaan teknologi dalam berbudi daya, PT Napindo Media Ashatama melalui Indo Livestock 2018 kali ini ingin mengedukasi para peternak untuk memadukan antara teknologi dan industri. Perpaduan tersebut tentunya untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan melalui data-data perekaman produksi yang akurat. Dengan kombinasi siber dan fisik, menuntut para operator dan pemilik perusahaan peternakan untuk dapat menganalisis data dengan cepat dan tepat. Bila upaya tersebut berjalan optimal, maka peningkatan daya saing produk dan efisiensi adalah sebuah keniscayaan.