Banyak sekali ragam pemanas atau brooder yang tersedia di pasaran
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Terdapat banyak jenis pemanas di pasaran yang digolongkan berdasarkan sumber pembakarannya. Ada yang berupa minyak tanah, kayu bakar, briket batubara, gas, maupun listrik. Masing masing memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri, peternak hanya tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang ada. Karena semakin canggih suatu pemanas, investasi untuk alat juga akan semakin tinggi namun memberikan efisiensi dalam jangka waktu yang panjang.
Pertama yaitu pemanas semawar yang bisa berbahan dasar gas maupun minyak tanah. Namun seiring dengan semakin langka dan mahalnya minyak tanah, maka penggunaan semawar yang berbahan dasar minyak tanah banyak dimodifikasi oleh peternak menjadi berbahan solar. Pemanas jenis semawar memang pemanas yang paling mudah didapat, harganya murah, serta didukung dengan bahan bakar yang sangat mudah untuk dijangkau. Pemanas jenis semawar dapat digunakan untuk populasi 500-1.500 ekor. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika menggunakan pemanas semawar yang berbahan dasar minyak tanah atau solar. Perhatikan saluran selang atau pipa, pastikan tidak ada yang bocor karena bahan bakar minyak sangat mudah terbakar. Ketika ada kebocoran, maka bahan bakar tersebut sangat berpotensi menyebabkan kebakaran.
Baca Juga : Mengubah Kandang Sederhana Menjadi Lebih Optimal
Jenis pemanas semawar ini memindahkan energi panas dari pembakaran minyak secara konveksi, di mana panas yang dihasilkan melalui perantara udara. Udara di sekitar pemanas akan terasa sangat panas, lalu bergerak ke arah suhu yang lebih rendah. Maka kelemahan dari pemanas tipe ini adalah lebih boros bahan bakar karena panas yang dihasilkan akan cepat menguap ke udara. Selain itu pemanasan dengan tipe konveksi, panas yang dihasilkan akan dialirkan melalui udara. Akibatnya, pada kandang dengan karakteristik kelembapan tinggi, panas yang dirasakan anak ayam akan jauh lebih tinggi dan nilai temperature and humidity index (THI) akan melebihi ambang batas.
Kedua yaitu pemanas jenis infra merah yang berbahan bakar gas. Pemanas infra merah adalah pemanas yang memancarkan gelombang sinar infra merah dari hasil pembakaran komponen keramik di dalamnya. Jadi, prinsip kerja pemanas ini adalah sebagai berikut: gas masuk melalui safety device menuju pipa venturi, karena ada aliran gas di pipa venturi, maka udara luar akan terhisap melalui saringan udara. Setelah itu, campuran antara gas dan udara masuk ke ruang pembakaran, dan di sinilah terjadi proses pembakaran di mana kemudian keramik memanas dan dihasilkanlah sinar infra merah.
Baca juga : Inkubasi di Iklim Panas dan Lembab
Sinar infra merah selanjutnya akan ditransfer ke anak ayam melalui 2 proses, yaitu radiasi dan konveksi. Transfer panas secara radiasi yaitu perpindahan panas yang langsung mengenai anak ayam tanpa melalui perantara udara. Sedangkan transfer panas secara konveksi adalah perpindahan panas melalui perantara udara, di mana sebagian panas akan terbawa dan terbuang ke udara. Pada pemanas infra merah, sekitar 90% panas ditransfer melalui radiasi, sisanya hanya sebagian kecil yang ditransfer melalui konveksi.
Keuntungan tipe pemanas ini adalah efisien dalam konversi penggunaan bahan bakar menjadi panas di dalam kandang. Bahan bakar untuk tipe pemanas ini juga tersedia di pasaran, yaitu menggunakan gas sesuai dengan kebutuhan peternak. Jika untuk kandang dengan populasi kecil, bisa juga menggunakan gas dengan ukuran 12 kilogram atau jika peternak dengan skala usaha di atas 10.000 ekor, bisa menggunakan tabung gas industri ukuran 50 kilogram yang nantinya dipasang paralel sesuai dengan jumlah populasi di dalam kandang.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2019 dengan judul “Memilih Pemanas yang Baik untuk Periode Brooding”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153