Minum susu sebagai simbolis untuk memulai gerakan hidup sehat
Keterlambatan pertumbuhan (stunting) dimaknai oleh WHO sebagai kondisi pertumbuhan yang kurang optimal pada anak yang salah satunya disebabkan oleh asupan gizi yang kurang memadai. Secara fisik anak yang mengalami keterlambatan pertumbuhan akan terlihat dari tinggi badannya yang lebih pendek menurut grafik pertumbuhan standar dunia atau umumnya berbeda dengan anak seusianya. Di Indonesia sendiri keterlambatan pertumbuhan menjadi salah satu masalah kesehatan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Mengutip informasi dari laman merdeka.com (19/2), keterlambatan pertumbuhan di Indonesia masih berada pada angka 30,8 persen yang menurut Global Nutrition Report (2018) masih tergolong cukup tinggi. Keterlambatan pertumbuhan bukan hanya sekedar persoalan fisik anak yang terlihat pendek, namun bisa terjadi juga pada otak dimana daya kecerdasan otak anak berbeda dengan anak lainnya yakni lebih lambat daya tangkapnya.
Persoalan keterlambatan pertumbuhan pada anak karena kurangnya asupan gizi seimbang atau malnutrisi memang bukan hanya menjadi pekerjaan rumah pemerintah saja. Berbagai pihak harus saling bahu-membahu mengatasi persoalan tersebut. Mengapa hal ini menjadi sangat penting? karena menyangkut produktivitas bangsa Indonesia kedepannya untuk dapat berkompetisi dengan masyarakat global. Hal tersebut disadari oleh PT Napindo Media Ashatama, sebagai perusahaan penyelenggara pameran peternakan Indo Livestock Expo & Forum bahwa pihaknya harus menggiatkan sebuah kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan yang disebabkan karena malnutrisi. Sudah hampir lebih dari satu dekade Napindo berkomitmen untuk menjalankan kegiatan yang berfokus pada perbaikan gizi anak bangsa. Komitmen itu terwujud dalam kegiatan CSR (company social responsibility) mereka terkait sosialisasi gizi yang diberi nama SDTI, singkatan dari Susu, Daging, Telur, dan Ikan.
Kegiatan sosialisasi gizi SDTI tahun ini diadakan kembali bersamaan dengan Indo Livestock Expo & Forum yang keempat belas tepatnya di Grand City Convex Surabaya pada 3 Juli 2019 lalu. Kali ini kegiatan SDTI dikemas dalam sesi talk show dan demo menghias makanan untuk anak. Acara berlangsung ramai dengan kehadiran para Ibu yang tergabung dalam tim penggerak PKK Pemprov Jatim, Dharma Wanita Surabaya dan Komunitas Jantung Sehat dari berbagai daerah di Kota Surabaya, serta didukung oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Masyarakat Peduli Gizi (MPG) Jawa Timur.
Foto bersama para peserta sosialisasi gizi SDTI Surabaya
“Kami telah berkomitmen secara berkesinambungan akan mengadakan kegiatan sosialisasi gizi SDTI pada masyarakat. Karena kami menyadari betapa pentingnya gizi terutama gizi asal protein hewani yang untuk asupan anak-anak yang akan tumbuh sebagai generasi penerus bangsa. Kedepannya kami ingin banyak pihak lain juga tergerak melakukan kegiatan serupa dan menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan sosialisasi gizi, ungkap Agung Wicaksono selaku Project Director PT Napindo Media Ashatama yang hadir memberikan sambutan sebagai perwakilan dari penyelenggara sosialisasi gizi SDTI.
Acara semakin ramai dengan kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak, mantan pesohor tanah air yang kini merupakan istri dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Dalam sambutannya, Arumi menyampaikan bahwa pentingnya asupan protein hewani untuk pertumbuhan anak dan seorang Ibu merupakan pihak yang berperan penting dalam mengatur persoalan konsumsi di rumah untuk suami dan anak-anaknya. “Saya sangat mengapresiasi sekali kegiatan yang diadakan oleh Napindo terutama terkait tema yang diangkat adalah keterlambatan pertumbuhan anak, sejalan dengan program yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang sampai hari ini sedang berupaya mengentaskan masalah keterlambatan pertumbuhan pada anak di 12 Kabupaten,” pungkas Arumi. Lebih lanjut Arumi berharap melalui acara ini peserta yang hadir dan juga para Ibu dari tim penggerak PKK bisa mendapatkan manfaat lebih dan dapat diaplikasikan terlebih dahulu pada keluarga terdekat lalu disebarkan ke masyarakat sekitar.
Keterlambatan pertumbuhan pada anak tidak terjadi tiba-tiba dan bukan merupakan faktor genetik atau keturunan. Pernyataan tersebut yang kiranya mengawali acara talk show yang disampaikan oleh Direktur Akademisi Gizi Surabaya, Andriyanto, SH, M.Kes. Selama sesi talk show berlangsung, Andriyanto menekankan pentingnya seorang Ibu memberikan asupan gizi yang baik dan seimbang pada anaknya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) di mulai dari usia kandungan 0 bulan hingga usia 24 bulan atau 2 tahun. Mengapa penting 1000 HPK ini? karena dalam masa periode ini merupakan proses pembentukan otak anak dan menjadi masa emas pertumbuhannya. Pada masa 1000 HPK inilah pencegahan keterlambatan pertumbuhan pada anak bisa dilakukan. “Kiat-kiat pencegahan keterlambatan pertumbuhan selama 1000 HPK bisa dilakukan dengan memberikan asupan makanan yang memiliki kandungan gizi yang baik saat anak masih dalam kandungan atau janin, lalu pemberian ASI eksklusif saat anak berusia minimal 0-6 bulan, dan selanjutnya pada usia 6-11 bulan, anak sudah diperkenalkan dengan asupan makanan yang mengandung zat zinc”, ujar Andriyanto. Lebih lanjut Ardiyanto menjelaskan bahwa zat zinc yang sangat berguna bagi pertumbuhan anak lebih banyak terdapat dalam protein hewani seperti susu, telur, daging, ikan, dan jenis kerang-kerangan atau tiram.
Chef Priyo memperlihatkan kreasi makanannya pada peserta anak yang hadir
Acara ditutup dengan demo menghias makanan oleh Chef Priyo, seorang Chef kenamaan asal Surabaya. Ada beberapa diantaranya makanan hasil kreasi Chef Priyo dipamerkan selama acara yang dihias menarik dan menggugah selera. Selain tampilan yang memanjakan mata, makanan yang dihias ini mengandung berbagai komponen nutrisi yang baik untuk anak. Memang menghias makanan untuk anak butuh waktu dan kreativitas lebih, namun hal ini patut dicoba untuk mensiasati kebutuhan gizi anak-anak yang tidak mau makan karena tidak menyukai tampilan makanan yang disajikan. Endah Wibowo selaku Humas PT Napindo Media Ashatama dan juga Ketua Pelaksana sosialisasi gizi SDTI akan konsisten mengadakan sosialisasi gizi SDTI dan pastinya selalu ada sesi talk show gizi namun akan dikemas dengan cara berbeda. Adv