Jagung merupakan bahan utama penyusun pakan ayam
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Tak dapat dipungkiri bahwa ongkos logistik di Indonesia menyumbang porsi besar dalam struktur biaya produksi.
Seperti yang disampaikan Dean Novel, petani sekaligus pedagang jagung asal Nusa Tenggara Barat, Dean mengatakan bahwa ongkos logistik di negara Indonesia bisa mencapai 30 persen dari keseluruhan biaya produksi.
“Pengalaman saya mendatangkan jagung dari Halmahera ke Surabaya, ongkos logistik mencapai Rp800 per kilogramnya. Kalau saja pemerintah mau menyubsidi jasa logistik sebesar Rp400 saja per kilogramnya, maka harga jagung di Jawa tentu bisa lebih rendah daripada sekarang,” terangnya kepada Poultry Indonesia di Kawasan Kuningan Jakarta, Rabu (10/10).
Baca Juga : 
Menurutnya, subsidi logistik membuat semua pihak bisa mendapatkan manfaatnya. “Kalau itu bisa terealisasi, uang berputar di daerah penghasil jagung bisa lebih banyak, dan pabrik pakan ternak di Jawa juga akan beli jagung dengan harga yang lebih murah,” kata Dean.
Senada dengan Dean, Dr. Enny Sri Hartati selaku Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan, secara umum ongkos logistik di Indonesia di atas 25 persen, sedangkan negara tetangga seperti Malaysia hanya 15 persen.
“Melihat angka ini saja sudah jelas bahwa kenapa harga barang di Malaysia bisa lebih murah, belum lagi jika melihat harga bakan baku, dan sebagainya. Kalau seperti ini, bagaimana mau berkompetisi jika semua komponen biaya mahal,” ujarnya.