Yayasan Orangtua Peduli menyelenggarakan acara seminar dengan tujuan agar publik dapat menggunakan antibiotik dengan bijak
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Yayasan Orangtua Peduli menggelar seminar yang bertajuk Cegah Bencana Kemanusiaan Akibat Resistensi Antibiotik di Go Work Fx Sudirman, Lt 7, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).Resistensi antibiotik atau antimicrobial resistance (AMR) menjadi suatu permasalahan kesehatan yang paling mengancam di dunia. Diperkirakan pada tahun 2050, AMR akan menjadi pembunuh utama di dunia dengan jumlah kematian yang ditaksir lebih dari 10 juta jiwa. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada sektor peternakan, perikanan, pertanian, dan kesehatan masyarakat menjadi salah satu penyebab AMR.
Pengurus dan Anggota Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI), drh Wayan Wiryawan dalam presentasinya menyatakan bahwa Indonesia harus mampu menjadi produsen serta pengekspor produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal, salah satunya bebas dari residu antibiotik yang dapat menyebabkan AMR. “Tidak hanya manusia yang sehat, hewan sehat, lingkungan juga sehat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika peternak menggunakan antibiotik secara serampangan, maka hal tersebut akan menimbulkan dampak negatif pada ternaknya.
Baca Juga : Peran Penting Dokter Hewan dalam Penggunaan Antibiotik yang Bertanggungjawab
dr. Purnamawati Sujud, Sp.A(K) MMPaed selaku pendiri dan Dewan Penasihat Yayasan Orangtua Peduli (YOP) menyatakan bahwa sudah banyak bakteri yang kebal terhadap antibiotik sehingga beban penyakit akibat infeksi akan semakin berat untuk ditanggung. “Kita semua perlu bertindak mengendalikan penggunaan antibiotik di semua sektor agar tidak kehilangan akses terhadap antibiotik dan tidak kembali ke era sebelum antibiotik ditemukan, ketika infeksi bakteri dan penyakit ringan tidak lagi bisa ditangani dan dapat berujung pada kematian,” tekannya.
Purnamawati berharap acara ini sebagai rentetan dari pekan kesadaran penggunaan antibiotik sedunia (World Antibiotic Awareness Week) pada tanggal 18-24 November dapat dilangsungkan secara berkala untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap AMR dan lebih bijak menggunakan antibiotik.