Harga jual komoditas perunggasan yang stabil menjadi daya tarik tersendiri

 

POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kondisi budi daya unggas yang kondusif di Kalimantan Barat dapat dilihat dari terus meningkatnya populasi serta harga jual live bird yang tidak terlalu bergejolak. Sebagai contoh, di Kabupaten Mempawah, populasi ternak unggas terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014, Kabupaten Mempawah memproduksi 2.058.750 ekor ayam ras pedaging. Sedangkan untuk ayam petelur hanya sebesar 16.000 ekor saja. Namun pada pendataan terakhir di tahun 2017, tercatat peningkatan produksi menjadi 6.571.140 ekor ayam ras pedaging dan 31.345 ekor ayam ras petelur. Data tersebut merupakan data dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mempawah.
Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mempawah, drh. Buntaran, pesatnya peningkatan populasi di Kabupaten ini didorong dengan adanya perusahaan terintegrasi yang memiliki breeding farm. “Daerah Kabupaten Mempawah ini ada tiga perusahaan yang mempunyai breeding farm untuk bibit DOC ayam yaitu Charoen Pokphand, Japfa Comfeed, dan Malindo. Di Mempawah ini umumnya adalah para peternak Broiler. Sedangkan untuk layer hanya beberapa, dan untuk sentranya memang berada berada di Singkawang,” papar Buntaran, Jumat (3/8).
Baca Juga : 
Selain itu, Buntaran bersama rekan kerjanya yang lain juga berperan aktif dalam kegiatan memberikan edukasi kepada para peternak terkait budi daya unggas. Pihaknya pun membantu membimbing para peternak untuk mendapatkan pembiayaan dan modal dengan cara menggandeng perbankan. Salah satu kerja sama yang sudah dijalin adalah bersama bank BRI. Alurnya, bagi peternak yang dirasa cukup mampu untuk mengikuti syarat dan ketentuan dari bank yang bersedia memberikan pembiayaan, maka Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan melalui bidang Peternakan akan memberikan rekomendasi nama tersebut ke pihak bank.
Peran Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah memberikan bimbingan kepada calon kreditur. Dari bagaimana caranya melakukan pemeliharaan yang baik, hingga bagaimana melakukan pembukuan yang tertib. Jika sudah layak, maka akan diberikan rekomendasi ke pihak bank untuk dilakukan proses lanjut hingga dana pengajuan cair. “Jadi kami bekerja sama dengan bank BRI dalam melakukan pembiayaan bagi para peternak, dengan program KUR yang bunganya relatif rendah di sekitar 7%. Sudah banyak juga peternak yang kita bantu dalam pembiayaan. Bukan hanya ternak kecil, ternak besar juga kami bantu,” jelas Buntaran. Domi, Farid
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2018 di halaman 18 dengan judul “Kabar Perunggasan Kalimantan Barat”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153