Peternakan unggas di Kalimantan Barat yang memiliki prospek cerah di masa yang akan datang
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang terletak di ujung utara Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan luas wilayah sebesar 146.807 kilometer persegi atau setara dengan 7,53 persen dari luas negara. Jika dihitung berdasarkan luas wilayah tersebut, maka Kalimantan Barat merupakan Provinsi ke-4 terluas setelah Papua, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat adalah Pontianak, sebuah kota yang berada di tepi Kalimantan Barat dan berperan penting terhadap distribusi logistik dari dalam maupun luar Pulau Kalimantan.

“Jumlah populasi penduduk di Kalimantan Barat sebesar 4.932.499 jiwa. Sangat kontras bila dibandingkan dengan Pulau Jawa yang berpenduduk sebanyak 141 juta jiwa atau sekitar seterngah dari total penduduk Indonesia. Padahal, luas Provinsi Kalimantan barat lebih besar 1,3 kali dari luas keseluruhan Pulau Jawa”

Ciri-ciri spesifik lainnya adalah wilayah Kalimantan Barat termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negeri jiran, yaitu dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia Timur. Bahkan dengan posisi ini, Kalimantan Barat kini merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang secara resmi telah mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara luar. Hal ini dapat terjadi karena antara Kalimantan Barat dan Sarawak telah terbuka opsi trayek angkutan jalan darat antarnegara dari kota Pontianak- Entikong-Kuching (Sarawak, Malaysia) sepanjang sekitar 400 kilomater dan dapat ditempuh sekitar enam sampai delapan jam perjalanan.
Baca Juga : Industri 4.0 dalam Mekanisasi Budi Daya Unggas
Provinsi Kalimantan Barat terbagi menjadi 14 daerah dengan rincian 2 pemerintah kota, dan 12 pemerintah kabupaten. Dua kota tersebut terdiri dari Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Lalu untuk Kabupaten terdiri dari Kabupaten Bengkayang, Kapuas Hulu, Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.
Merujuk pada data tersebut, maka roda bisnis perunggasan di Kalimantan Barat masih prospektif. Didukung oleh hamparan lahan yang luas terbentang di setiap kabupaten dan kota, sektor perunggasan dari hulu ke hilir bisa saja berkembang dengan pesat. Menjalankan bisnis peternakan unggas di Kalimantan Barat terbilang mudah karena memiliki pasar yang akan menyerap hasil komoditas unggas. Beberapa perusahaan perunggasan yang terintegrasi juga sudah berdiri di provinsi tersebut. Pihak perusahaan tentunya akan dengan sigap menawarkan para pemain baru dengan skema-skema yang kompetitif. Hamparan yang luas juga menjadi nilai tambah jika ada pihak petani yang ingin menanam jagung untuk kebutuhan pakan ternak.
Namun demikan, beternak di Kalimantan Barat bukanlah tanpa tantangan. Urusan logistik yang masih bergantung dari Pulau Jawa menjadi tantangan yang paling utama. Dengan mengandalkan transportasi laut sebagai urat nadi pengiriman logistik dari Pulau Jawa, mengakibatkan urusan mengenai pengadaan sarana produksi ternak (sapronak) tidak secepat di Pulau Jawa. Belum lagi serbuan barang komoditas unggas yang masuk dari negeri tetangga karena harga yang murah daripada produk lokal, menjadi tantangan tersendiri bagi komoditas perunggasan untuk tumbuh dan berkembang di Kalimantan Barat. Perunggasan di provinsi ini akan dapat bersaing bila pemerintah dan para pengusaha swasta kian bersinergi sehingga proses produksi semakin mudah dan melimpah. Domi, Farid
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2018 di halaman 17 dengan judul “Meninjau Perunggasan Kalimantan Barat”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153