Brasil dan Amerika Serikat bersaing secara ketat dalam memasarkan produk peternakan maupun Pertanian (Foto : PI_Dini)

POULTRYINDONESIA, Jakarta – Brasil merupakan pasar besar dengan 207,4 juta penduduk, ke-5 terbesar di dunia. Impor produk pertanian dan makanan Brasil rata-rata US$10,5 miliar pada tahun-tahun belakangan. Namun demikian, Brasil bukanlah pasar utama AS di kawasan Amerika Selatan. Kolombia, Peru, dan Cile merupakan pasar ekspor AS yang lebih besar dengan nilai masing-masing US$2,5 miliar, US$1,2 miliar, dan US$972.3 juta pada tahun 2017. Dengan ketiga negara tersebut, AS memiliki perjanjian perdagangan yang disebut Preferential Trading Agreement (PTA).

Brasil biasa dilihat sebagai pesaing AS dalam perdagangan daging sapi, broiler, kedelai, dan jagung. Selama belasan tahun Brasil merupakan produsen utama kedelai dunia, dengan produksi sebesar 114 juta metrik ton pada tahun 2017, hampir tiga kali lipat produksi di awal abad 21. Pertumbuhan produksi kedelai Brasil terutama berasal dari peningkatan areal tanam, tumbuh 152% dari 14 juta hektar pada tahun 2000 menjadi 35 juta hektar pada 2017.

Baca Juga : Prospek Pertumbuhan Obat Hewan dan Industri Pakan Ternak

Brasil juga salah satu produsen jagung utama dunia, dengan produksi tahun 2017 sebesar 87 juta metrik ton, dua kali lipat lebih dibanding awal tahun 2000-an. Sebagian besar pertumbuhan berasal dari peningkatan peningkatan hasil panen. Kendati produksi Brasil tumbuh positif, namun jagung merupakan komoditi nomor dua setelah kedelai. Petani menanam jagung hanya sebagai sampingan di setelah musim tanam kedelai. Tidak mengherankan jika hasil panen jagung Brasil jauh lebih kecil dibanding AS. Petani jagung AS mampu memproduksi lebih dari dua kali lipat dibanding petani jagung Brasil setiap hektarenya.

Seperti halnya AS, Brasil juga merupakan produsen utama daging sapi dan broiler dunia. Produksi daging sapi Brasil tumbuh dari 6,5 juta metrik ton pada tahun 2000 menjadi 9,6 juta metrik ton pada tahun 2017. Sementara itu produksi daging sapi AS justru sedikit turun dalam periode yang sama. Produksi daging broiler Brasil dan AS keduanya tumbuh dalam kurun waktu yang sama. Brasil dari 6 juta metrik ton menjadi 13,2 juta metrik ton pada 2017, sedangkan AS dari 13,7 juta metrik ton menjadi 18,7 juta metrik ton pada 2017. Para eksportir daging sapi dan unggas AS bersaing ketat dengan eksportir Brasil di kancah perdagangan internasional.

Baca Juga : Persaingan Produk Pertanian Amerika dan Brasil

Sebagai pesaing ketat AS dalam perdagangan pertanian, Brasil memiliki pengaruh besar pada perkembangan program dan kebijakan AS dibanding negara lain. Sejak tahun 2012 Brasil telah menjadi eksportir kedelai terbesar dunia, mengalahkan AS. Pada tahun 2017, ekspor kedelai Brasil mencapai 73,1 juta metrik ton, sementara AS mengekspor 56,2 juta metik ton.

Ekspor kedelai Brasil dan AS bersaing ketat di pasar Cina selama lebih dari 15 tahun. Persaingan itu kian meruncing seiring dengan perseteruan dagang antara AS-Cina, yang membuat Cina berpaling ke Brasil untuk pasokan kedelainya. Tahun 2018 lalu, pembelian kedelai Cina dari Brazil meningkat hingga 80%. Bahkan peningkatan tajam impor kedelai Cina dari Brasil ini mampu mendongkrak harga kedelai ke rekor tertinggi di Chicago Stock Exchange. Menteri Pertanian Brasil Blairo Maggi mengatakan bahwa Brasil sangat siap jika Cina menggantungkan pasokan kedelainya secara penuh ke Brasil. Penulis Merupakan Koresponden Poultry Indonesia di New York AS

Artikel ini merupakan ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2019 dengan judul “Persaingan Produk Pertanian Amerika dan Brasil”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153