Broiler Amerika dan Brazil bersaing di pasar dunia (Photo by flick.com)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ekspor komoditas pertanian Amerika Serikat (AS) ke Brasil secara umum tumbuh sejak tahun 2000, dari US$264 juta menjadi US$1,9 miliar pada tahun 2013, sebelum turun akhir-akhir ini. Sementara itu impor produk pertanian AS dari Brasil terus tumbuh melampaui ekspor ke Brasil. Brasil merupakan negara Amerika Selatan terbesar dengan populasi 207,4 juta penduduk yang tengah tumbuh daya belinya. Impor produk pertanian dan makanan Brasil rata-rata US$10,5 miliar per tahun. Kendati demikian, pasar Brasil hanya menempati urutan ke-3 atau ke-4 bagi ekspor pertanian AS ke Amerika Selatan, karena AS memiliki perjanjian perdagangan dengan negara-negara Amerika Selatan lain, tetapi tidak dengan Brasil.

Amerika Serikat dan Brasil memiliki hubungan perdagangan yang kuat. Total perdagangan kedua negara tumbuh dari sekitar US$ 29,2 miliar menjadi rata-rata US$ 74 miliar antara tahun 2011-2014, sebelum jatuh menjadi rata-rata US$60,7 miliar antara 2015-2017. Pelambatan ekonomi Brasil mejadi sebab utama turunnya perdagangan.

Brasil memiliki perjanjian perdagangan dengan negara-negara Amerika Selatan lain yang disebut MERCOSUL, yang menguntungkan bagi Argentina, Paraguay, dan Uruguay karena menyediakan produk pertanian dan makanan yang lebih murah daripada eksportir AS. Melalui MERCOSUL, Brasil juga melakukan negosiasi perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa. Brasil pun menerapkan kombinasi pajak dan kebijakan yang membuat produk impor lebih mahal. Dengan ketatnya persaingan harga produk bahan pakan, makanan olahan, telur dan gandum, AS masih bisa mendapatkan pasar di Brasil, bahkan diperkirakan masih akan tumbuh terus beberapa tahun ke depan.
Baca Juga : Swasembada Bahan Pakan Unggas, Mampukah?
Brasil memiliki kapasitas produksi yang signifikan di banyak komoditas perdagangan dunia, termasuk kedelai, jagung, kapas, daging sapi, daging ayam, dan jus jeruk. Seperti diketahui, Brasil dan AS bersaing ketat di pasar ekspor kedelai, daging sapi, daging unggas, dan jagung dunia. Brasil terus membuka lahan baru untuk produksi peternakan yang intensif dan terintegrasi. Hasilnya, produksi kedelai Brasil diperkirakan tumbuh 117% pada tahun 2040 dengan ekspor diperkirakan tumbuh 120%. Sementara itu produksi jagung Brasil diperkirakan tumbuh 80% dengan peningkatan ekspor yang tinggi. Daging sapi, unggas dan babi juga diperkirakan tumbuh secara signifikan pada 2040.
Kendala yang dihadapi Brasil dalam persaingan di pasar internasional adalah kurangnya infrastruktur dan terdapat kebijakan yang menghambat perdagangan. Banyak koalisi sektor swasta kemudian bekerja memperbaiki infrastruktur agar transportasi produk lebih efisien. Banyak pelabuhan, utamanya di belahan utara Brasil, diperbaiki dengan investasi swasta seiring dengan meningkatnya perdagangan. Reformasi di bidang perpajakan, tenaga kerja, asuransi panen, dan regulasi lingkungan akan mendongkrak daya saing Brasil.
Brasil merupakan pasar besar dengan 207,4 juta penduduk, ke-5 terbesar di dunia. Impor produk pertanian dan makanan Brasil rata-rata US$10,5 miliar pada tahun-tahun belakangan. Namun demikian, Brasil bukanlah pasar utama AS di kawasan Amerika Selatan. Kolombia, Peru, dan Cile merupakan pasar ekspor AS yang lebih besar dengan nilai masing-masing US$2,5 miliar, US$1,2 miliar, dan US$972.3 juta pada tahun 2017. Dengan ketiga negara tersebut, AS memiliki perjanjian perdagangan yang disebut Preferential Trading Agreement (PTA). Penulis Merupakan Koresponden Poultry Indonesia di New York AS
Artikel ini merupakan ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2019 dengan judul “Persaingan Produk Pertanian Amerika dan Brasil”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153