POULTRY INDONESIA, Jakarta – Dalam beberapa minggu terakhir, dunia dihebohkan oleh adanya kasus listeriosis. Tiga kasus di antaranya adalah Afrika Selatan dengan kasus kontaminasi pada daging, Swiss dengan kasus kontaminasi pada keju, serta Australia dengan kasus yang sama yang berasal buah melon. Daging ayam yang penanganannya tidak benar juga berisiko terkontaminasi bakteri patogen ini.
Listeriosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh keracunan makanan yang terkontaminasi bakteri patogen bernama listeria monocytogenes. Bakteri ini merupakan jenis bakteri gram positif yang tidak berspora dan tidak memerlukan udara untuk berkembang biak. Banyak terdapat pada tanah, debu, tanaman, ternak, dan lingkungan sebagai inangnya, bakteri pathogen ini membutuhkan nutrisi lebih banyak daripada bakteri lain karena tidak berspora.

Baca Juga : Siapa Pemasok Daging Ayam Halal Dunia

Listeria dapat berkembang biak dengan baik pada suhu ruang, yakni pada suhu berkisar 30-37 derajat Celcius. Di samping itu, yang mengkhawatirkan adalah ia bisa pula berkembang biak pada suhu dingin, yakni pada 4°C. Oleh karenanya, bakteri patogen ini masih dapat bertahan hidup walaupun ikut tersimpan dalam suhu rendah dimana mikroorganisme lain umumnya sudah tidak berkembang biak.
Pencegahan di tingkat penyedia daging ayam adalah dengan menerapkan good hygienic practices secara benar agar terhindar dari cemaran listeria selama proses produksi budidaya hingga ke meja makan. Kontaminasi bisa terjadi melalui cemaran dari tanah, air yang berkualitas rendah, udara yang tercemar, pekerja yang sedang sakit, dan lain-lain.
Baca Juga : Penyembelihan Yang Baik, Titik Kritis Kehalalan Daging Ayam
Sanitasi dan higiene para pekerja, bahan baku, peralatan, dan air harus dijaga ketat sejak dari farm atau kandang, hingga tersaji di meja makan. Langkah lain yang harus dilakukan adalah meminimalkan risiko adanya kontaminasi pada bahan makanan. Daging ayam sebagai produk protein hewani dengan kandungan zat gizi tinggi adalah salah satu bahan makanan yang paling rentan terkontaminasi silang kuman berbahaya seperti listeria ini.
Kontaminasi adalah suatu proses perpindahan mikroba dari satu obyek ke obyek yang lain, yang istilah umumnya adalah kontaminasi silang. Jika perpindahan mikroba terjadi dari sumber mikroba ke makanan siap makan, hal itu disebut sebagai kontaminasi secara langsung, misalnya cairan daging ayam mentah yang menetes dan mengenai sayuran yang akan disajikan sebagai lalapan atau ke makanan siap makan.
Baca Juga : Sertifikasi NKV Bersifat Wajib
Sedangkan kontaminasi tidak langsung terjadi ketika mikroba dari suatu obyek, berpindah ke pangan siap makan melalui permukaan obyek yang bukan pangan, seperti tangan, sendok, garpu, piring, atau peralatan memasak yang digunakan. Domi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2018 di halaman 98 dengan judul “Hindari Listeriosis, Pilih daging Unggas Higienis”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153