Photograph: James Glossop for The Times Sakuntala Shlwakoti vaccinates a chicken against Newcastle disease using an eye-drop in the village of Khundunabayi Gabesha Chowk in Jhapa, Nepal. In the country, an Edinburgh-based charity backed by the Bill & Melinda Gates Foundation, works to improve animal health and consequently human lives through animal disease vaccination programmes. Specifically, they target Newcastle Disease, which blights backyard poultry, killing 90%+ of the flock year after year. April 2014.
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Newcatle Disease (ND) merupakan suatu penyakit pernapasan dan sistemik, yang bersifat akut dan mudah sekali menular, yang disebabkan oleh virus dan menyerang berbagai jenis unggas terutama ayam. ND disebabkan oleh virus yang tergolong genus Avian Paramyxovirus dan famili Parammyxoviridae, yang merupakan virus RNA yang mempunyai genom single stranded (SS). Di Indonesia, penyakit ND dikenal pula dengan sebutan penyakit tetelo, sedangkan di Bali lebih dikenal dengan istilah penyakit gerubug.
Ayam yang terserang penyakit imunosupresif dan mempunyai titer antibodi yang rendah terhadap virus ND biasanya mempunyai risiko yang tinggi untuk terserang ND. Wabah ND umumnya terjadi karena perubahan lingkungan, seperti kenaikan jumlah populasi yang tidak kebal, perubahan iklim yang menyebabkan stres, perubahan musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya (musim pancaroba), pakan kurang baik serta sanitasi dan tata laksana yang kurang baik.
Baca Juga : Sejarah Perkembangan Avian Influenza
Berdasarkan virulensinya, yakni kemampuan menimbulkan kematian 0-100% pada hospes, virus ND dibedakan menjadi 3 strain yaitu velogenik, mesogenik dan lentogenik. Strain velogenik adalah strain virulen, penyebab banyak kematian; strain mesogenik, kurang virulen (kerugian terutama berupa penurunan produksi telur dan penghambat pertumbuhan) dan strain lentogenik, avirulen. Pada infeksi virus strain lentogenik, penyakit bersifat subklinis, atau ditandai dengan gangguan respirasi yang bersifat ringan seperti bersin dan keluar leleran dari hidung.
Infeksi virus strain mesogenik bersifat akut ditandai dengan gangguan respirasi dan kelainan saraf. Gejala klinis pada ayam ditandai dengan penurunan nafsu makan, jengger dan pial sianosis, pembengkakan di daerah kepala, bersin, batuk, ngorok, dan diare putih kehijauan. Infeksi virus strain velogenik bersifat fatal, seringkali diikuti dengan angka kematian yang tinggi. Gejala tersebut sangat bervariasi, diawali dengan konjungtivitis, diare serta dikuti dengan gejala saraf seperti tremor, tortikolis, atau kelumpuhan pada leher dan sayap.
Baca Juga : Mengeksplorasi Potensi Alga Untuk Tingkatkan Imunitas Ternak
Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan ND. Usaha yang dapat dilakukan adalah membuat kondisi badan ayam cepat membaik dan merangsang nafsu makan dengan memberikan tambahan vitamin dan mineral, serta mencegah infeksi sekunder dengan pemberian antibiotik. Sanitasi dan desinfeksi perlu ditingkatkan untuk mencegah meluasnya infeksi pada kandang lainnya. PI
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2018 di halaman 64 dengan judul “Waspadai Bahaya Newcastle Disease. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153