Seminar Nasional "Pembangunan Peternakan sebagai Penggerak Ekonomi Kerakyatan", di UGM (21/4).
POULTRY INDONESIA, Yogyakarta – Konsumsi daging ayam Indonesia saat ini berada pada angka 12,9 Kg/Kap/Tahun, dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Semakin meningkatnya konsumsi perkapita masyarakat terhadap daging ayam, sangat dibutuhkan adanya penyediaan daging ayam di dalam negeri dalam jumlah yang cukup.
Dalam sebuah seminar nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) di kampus Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada Sabtu (21/4), Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Dr (HC). Thomas Effendy, S.E., MBA mengatakan, penggerakan ekonomi kerakyatan dapat dilakukan melalui usaha peternakan ayam ras. “Perlu adanya penguatan ekonomi ke pedesaan, sebab hampir 60% dari total populasi masyarakat Indonesia hidup di pedesaan,” kata Thomas.
Baca juga : Unsimar menjadi Tuan Rumah Ajang Adu Kreativitas Mahasiswa Timur
Solusi yang bisa ditawarkan adalah membentuk desa-desa peternakan atau mengintegrasikan desa sebagai usaha peternakan.
Thomas juga menjelaskan jika dalam upaya peningkatan konsumsi dan produksi perlu dilihat bagaimana karakteristik desa yang akan dikembangkan, apakah nantinya akan dibentuk desa wisata, atau murni desa peternakan. Pola pembangunan desa juga menjadi perhatian bagi Charoen Pokphand Indonesia sebagai perusahaan perunggasan terintegrasi, untuk meningkatkan perekonomian desa dengan usaha kemitraan perunggasan, kepada peternak yang ada di pedesaan.