Manajemen pemeliharaan yang tepat dapat mengurangi kerugian akibat perlambatan pertumbuhan ayam broiler (Foto : Adam Rahadian)
Oleh Agus Prastowo, Technical Manager PT Elanco Animal Health Indonesia
Broiler saat ini berbeda kondisinya dengan dua tahun lalu saat antibiotic growth promoter (AGP) masih diperbolehkan untuk digunakan dalam pakan. Ada beberapa perbedaan yang mencolok ketika masa transisi dari AGP menuju ke non-AGP, antara lain adalah internal stress yang semakin besar dikarenakan faktor genetik yang semakin baik dengan rasio pertumbuhan yang semakin bagus; intestinal microbiota yang mudah tidak seimbang dan menyebabkan proses inflamasi di jaringan usus; masuknya beberapa bakteri dan toxin yang dihasilkan ke dalam peredaran darah dan merusak jaringan hati yang diawali karena internal stress dan external stress yang menyebabkan proses pelebaran jaringan usus.

Keuntungan budi daya broiler ditentukan dari sejauh mana kemampuan peternak mengoptimalkan potensi genetik ayam pedaging ini. Jika pertumbuhan terhambat, maka hasil yang optimal pun ikut tersendat.

Pada fase awal dengan bobot badan di bawah 1 kilogram, perbandingan antara internal stress dan external stress masih dalam rasio yang bisa dikendalikan karena ayam masih memerlukan suhu panas dari luar untuk menjaga proses pematangan sel, baik di usus dan juga masa sel otot.  Dengan bobot minggu pertama yang sudah mencapai 200 gram, mau tidak mau inspirasi oksigen yang masuk ke dalam tubuh juga semakin lebih banyak. Faktor perlambatan pertumbuhan berat badan dimulai dari fase ini.
Baca Juga : Minyak Atsiri Serai dan Kapulaga, Solusi Pengganti AGP
Semakin lembap kandang dan ventilasinya kurang, yang terjadi adalah respirasi rate-nya akan dinaikkan lebih dari 60 kali per menit sehingga menyebabkan semakin banyak partikel udara, debu, toxin, bakteri dan partikel viral akan lebih banyak masuk ke dalam saluran udara. Reaksinya akan berjalan kronis karena status tubuh dengan internal stress yang masih rendah sehingga masih bisa beradaptasi. Namun jumlah partikel udara kotor yang masuk ini akan membuat peradangan dan sayangnya di area kita ini Mycoplasma merupakan salah satu ancaman perlambatan ADG (Average Daily Gain) maupun keseragaman dalam kandang di minggu ke-3 ke atas. Bakteri ini mudah masuk dan berkembang apabila saluran pernapasan dalam keadaan inflamasi.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Mei 2019 dengan judul “Penyebab Lambatnya Pertumbuhan Broiler”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153