POULTRYINDONEISA, Jakatra – Pameran Vakbeurs Innovatieve Veehouderij (VIV) Asia 2019 yang digelar oleh VNU Exhibition Asia Pasific sukses digelar dengan mempertemukan puluhan ribu insan peternakan dari seluruh belahan dunia. Pameran yang terselenggara di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC) ini selalu menjadi favorit bagi para pengunjung dan peserta pameran. Bagaimana tidak, lokasinya sangat strategis di distrik Bangna, Kota Bangkok, serta terintegrasi dengan stasiun kereta BTS Bangkok. Hal itu membuat para exhibitor maupun pengunjung dapat dengan mudah mengakses tempat pameran.

Ribuan exhibitor dari berbagai negara telah sukses dipertemukan dalam satu atap pada penyelenggaraan VIV Asia 2019. Kegiatan ini mengangkat tema rekayasa pangan (food engineering) sebagai sorotan utama yang menawarkan solusi perunggasan secara lengkap dari hulu sampai ke hilir.

Pameran yang terselenggara pada 13-15 Maret 2019 lalu itu mampu mendatangkan kurang lebih 1.250 perusahaan dari 60 negara sebagai peserta pameran dalam satu atap. Pada edisi VIV Asia 2019 kali ini, pihak penyelenggara telah mengembangkan luas area pameran 30% lebih besar dari pameran sebelumnya. Luas area tersebut digunakan untuk lebih memfokuskan peserta pameran ke dalam tema rekayasa pangan yang diangkat dalam pameran kali ini. Tak hanya keleluasaan ruang, tetapi serangkaian acara yang ditawarkan oleh pihak penyelengara pun menjadi daya tarik bagi pengunjung. Karena itulah para peserta memberikan apresiasi terhadap penyelenggara kegiatan internasional ini karena dikerjakan secara profesional dan sangat memanjakan setiap pihak yang terkait.
Baca Juga : Semarak 33 tahun VIV Asia, Penyelenggaraan Pameran Terbesar Sepanjang Gelaran VIV Asia
Berdasarkan keterangan dari panitia penyelenggara, peserta yang sudah melakukan pra-registrasi tercatat berasal dari 100 negara. Maka dari itu, pihak pemerintah Thailand sadar betul bagaimana potensi pemasukan dari sektor Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE). Hal itu membuat mereka betul-betul memerhatikan infrastruktur pameran agar peserta maupun pengunjung dari berbagai daerah dapat menikmati pameran. Dari sarana moda transportasi, hotel, maupun gedung pameran, sudah sangat ramah bagi ekspatriat yang datang ke Bangkok. Perputaran ekonomi dalam selang waktu 3 hari penyelenggaraan diperkirakan mencapai 18 miliar baht, atau setara dengan Rp 8 triliun.
Hal tersebut tentu disambut dengan baik oleh President of Thailand Convention and Exhibition Bureau (TCEB) Mr. Chiruit Isarangkun Na Ayuthaya. Berdasarkan penuturannya saat memberikan sambutan pada pembukaan VIV Asia 2019 yang bertempat di Siam Square Hall 101, Rabu (13/3), ia mengakui bahwa memang pameran peternakan memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. TCEB selaku regulator di bidang MICE sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap pameran VIV Asia 2019 karena sejalan dengan “Government 4.0” yang sedang dijalankan oleh pemerintahan Thailand. “Dengan nilai pasar daging olahan di atas satu triliun dolar dan pakan ternak sekitar enam miliar dolar, saya yakin kita semua menyadari peran pameran ini untuk perdagangan global serta kesejahteraan umat manusia. TCEB mendukung pertemuan dan pameran internasional berdasarkan kebijakan pemerintah 4.0,” papar Chiruit.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2019 dengan judul “Pergelaran Peternakan Terbesar Bertema Rekayasa Pangan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153