POULTRY INDONESIA, Bogor – Dalam acara rakernas Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) yang diselenggarakan di Bogor Icon Hotel (4/5), menitikberatkan perhatian Gopan sebagai salah satu penentu arah kebijakan peternakan ayam di Indonesia.
Baca juga : Penguatan Ekonomi Pedesaan dengan Kemitraan Perunggasan
Heri Dermawan selaku Ketua Umum Gopan mengatakan bahwa rakernas Gopan kali ini adalah untuk membantu perkembangan perunggasan di Indonesia. “Tujuan Gopan melaksanakan Rakernas ini adalah mengevaluasi capaian kinerja organisasi Gopan dalam membantu pertumbuhan bisnis perunggasan,” kata Heri.
Ia juga mengatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap perunggasan nasional memang sangat terasa pada saat ini. Dimana pada tahun tahun sebelumnya para peternak unggas harus berdarah-darah beternak dengan harga jual livebird yang sangat rendah.
Baca juga : Pelihara Ayam Ikut Perkembangan Zaman
Namun menurutnya, masih perlu adanya upaya penyempurnaan dari beberapa kebijakan pemerintah. “Hanya dalam beberapa pasal dalam Permentan 32/2017 belum berjalan efektif. Salah satunya terkait dengan distribusi DOC yang belum sesuai permentan tersebut. Seharusnya pembagian DOC antara peternak mandiri dan integrator itu 50 : 50. Kenyataannya banyak peternak mandiri yang tidak kebagian DOC,” papar Heri.