Tren pertumbuhan pendapatan masyarakat sangat berpengaruh terhadap bisnis kuliner (Foto : PI_Farid)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Semakin banyaknya pemain baru dalam bisnis kuliner produk unggas tentu bisa menjadi salah satu indikator bahwa bisnis pada bidang ini masih cukup terbuka bagi siapa saja yang ingin menggelutinya. Dalam berbagai kesempatan, Badan Ekonomi Kreatif selalu mengatakan bahwa bisnis kuliner di Indonesia masih berpotensi untuk berkembang ditambah lagi dengan tren di kalangan generasi milenial yang gemar berwisata kuliner tentu dapat menjadi pasar baru yang patut diperhitungkan.

Jumlah penduduk yang terus meningkat berdampak pada semakin tumbuhnya bisnis di sektor kuliner. Hal tersebut merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang ingin terjun dalam bisnis ini. 

Generasi milenial dihadapkan pada arus informasi yang serba cepat melalui internet. Informasi mengenai segala ragam jenis kuliner bisa dengan mudah didapatkan hanya dengan satu sentuhan jemari di sebuah layar ponsel. Hal ini tentu berdampak pada keingintahuan mereka terhadap dunia kuliner, di mana rasa ingin tahu tersebut kemudian diekspresikan dengan cara berwisata kuliner. Peluang ini sudah barang tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengusaha di bisnis ini untuk bisa menyajikan berbagai jenis makanan yang bisa memanjakan lidah.
Tantangan sekaligus peluang
Menurut Gun Affandy, Assistant Vice President PT Primafood International, saat ini wisata kuliner sudah menjadi lifestyle terutama di kalangan generasi muda. Kebiasaan mengabadikan makanan dalam bentuk foto ataupun video dan mengunggahnya dalam media sosial menjadi tren tersendiri. Kemudahan menikmati makanan dengan cara pesan melalui platform digital juga mendukung berkembangnya bisnis kuliner di Indonesia. “Dengan makin luasnya wawasan orang mengenal berbagai jenis makanan baru tentunya menginpirasi kami untuk menciptakan produk-produk yang sesuai tren saat ini. Produk- produk yang kekinian tersebut sekarang tidak hanya bisa dinikmati di resto ataupun cafe saja tapi juga bisa disiapkan di rumah dengan cara yang mudah,” jelasnya.
Baca juga : Pertumbuhan Industri Daging di Indonesia Tercepat di Dunia
Perkembangan produk olahan nugget dan sosis sampai saat ini juga boleh dibilang sangat positif, yang berarti bahwa produk makanan olahan bahan dasar unggas seperti nugget dan sosis sudah diterima konsumen. Hal ini juga ditunjukkan dengan makin banyaknya produsen makanan olahan sejenis. Selain itu makin berkembangnya variasi dari jenis makanan olahan nugget dan sosis menunjukkan permintaan pasar yang besar terhadap produk ini. “Makanan olahan sudah menjadi suatu kebutuhan sehari-hari, tidak saja di kota besar tapi tapi juga sudah merambah ke kota-kota kecil. Nugget dan sosis selain menjadi lauk sehari-hari, juga menjadi jajanan wajib anak sekolah maupun dewasa. Hal ini membuka peluang pasar yang besar untuk segmen produk makanan olahan. Apalagi produk makanan berbahan dasar unggas merupakan sumber protein yang murah dan lebih mudah diterima masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga : Bagaimana Penanganan yang Baik dalam Rumah Potong Unggas ?
Dalam menjawab tantangan zaman yang ingin serba praktis dan cepat, saat ini perusahaannya sudah memiliki produk makanan siap santap yang praktis karena bisa dinikmati dengan cara dimicrowave selama 4 menit ataupun dikukus. Menurutnya dari berbagai pilihannya pun beragam dan mengadopsi selera masa kini yang berkonsep internasional. ”Kita juga tetap tidak meninggalkan selera asli Indonesia dengan varian seperti Chicken Rendang dan Beef Rendang.  Jadi, tren wisata kuliner ini memang berkorelasi positif dengan tumbuhnya produk makanan olahan,” jawabnya kepada Poultry Indonesia.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Maret 2019 dengan judul “Tantangan dan Peluang Bisnis Kuliner Produk Unggas”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153