Alat otomatis dengan prinsip robotik dan dapat digunakan oleh peternak secara jarak jauh merupakan ciri khas dari perunggasan 4.0
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Wirausaha pada industri 4.0 mempunyai ciri khas berbeda dibanding sebelumnya. Hal ini bisa kita lihat dari lahirnya platform digital yang digagas oleh anak-anak muda Indonesia untuk menyelesaikan masalah di lingkungannya. Sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara individu, proses rekayasa dan bisnis menjadi dinamis, pengambilan keputusan menjadi lebih optimal, melahirkan model bisnis baru dengan mengkreasi nilai tambah. Dalam beberapa tahun terakhir, adanya teknologi digital seperti komputasi mobile, komputasi awan, media sosial, dan analisis data, sangat berkontribusi terhadap aspek inovasi dan kewirausahaan. Teknologi digital tersebut telah mengubah sifat ketidakpastian yang melekat dalam proses dan hasil wirausaha.
Badan Ekonomi Kreatif juga mencatat bahwa hingga tahun 2018 terdata 992 bisnis rintisan digital di Indonesia, 52,97% diantarana  memiliki skala usaha mikro dan menyerap 55,903 tenaga kerja di Indonesia. Beberapa bisnis rintisan digital di bidang agrikultur antara lain TaniHub, TaniFund.com, Vestifarm, BantuTernak, Ternaknesia, Ternakita, Kandang.in, Angon, dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini mendorong para stakeholder baik pemerintah, pendidikan tinggi, dan perusahaan untuk terus beradaptasi dengan industri 4.0. Baik dari segi kurikulum yang diajarkan, inovasi bisnis, penerapan teknologi, dan tentunya peningkatan sumber daya manusia.
Baca Juga : Mencetak Peternak Milenial
Menurut Cecep M Wahyudin selaku Chief Operating Officer dari PT Ql Trimitra sekaligus Founder Etanee, menjelaskan bahwa penerapan teknologi internet untuk memasarkan produk peternakan merupakan sebuah keniscayaan. Lambat atau laun, teknologi memang akan menggantikan beberapa model bisnis perunggasan terutama di bidang pemasaran. Etanee merupakan sebuah platform untuk memasarkan hasil pertanian. “Etanee merupakan inisiasi saya dengan teman-teman saya dari IPB. Awalnya kami berfikir bahwa sebetulnya ada masalah di pemasaran produk hasil pertanian. Berawal dari mengapa harga produk pertanian khususnya harga telur, ayam, dan sapi itu selalu fluktuatif. Maka dari itu kami coba untuk membuat sesuatu agar dapat mempermudah arus distribusi,” terang Cecep.
Fokus utama dari Etanee adalah digitalisasi supply chain dari hulu hingga hilir, baik dari petani sampai ke proses penyebaran stok di konsumen akhir. Menurut Cecep, permasalahan utama di sektor agribisnis itu adalah di stok atau persediaan. Dimana ketika panen raya barang melimpah namun tidak mampu terdistribusi secara merata. “Jadi harapan kami dengan adanya digitalisasi ini, barang yang dihasilkan dari proses produksi dapat disebar secara merata. Jadi tidak hanya terkumpul di satu titik,” ujar Cecep. Animo masyarakat, pelaku bisnis serta pemerintah pun sudah mulai merespon dengan positif. “Sampai hari ini pemerintah juga mensupport kami, bahkan swasta pun ikut senang dengan adanya kami. Jadi kami membawakan suatu konsep yang fresh dan original. Intinya siapapun bisa buka toko secara online, tapi ketika dia ingin menjual barang yang diatur oleh pemerintah, maka secara otomatis aplikasi akan mengunci harga sesuai dengan peraturan pemerintah,” jelas Cecep.
Baca Juga : Memantapkan Langkah Industri Perunggasan 4.0
Kesulitan yang dihadapi oleh e-commerce di bidang perunggasan ini adalah masih banyak pelaku bisnis yang memandang sebelah mata potensi dari pemasaran secara digital. Bahkan menurut Cecep, ada beberapa peternak yang tidak sepakat dengan adanya platform pemasaran digital. “Kebanyakan orang masih alergi dengan digitalisasi pemasaran. Peternak juga tidak semuanya sepakat dengan adanya pemasaran secara digital ini. Padahal hal ini merupakan sebuah solusi yang nyata untuk masa depan mereka (peternak) juga,” tegas Cecep.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2019 dengan judul “Penerapan Industri 4.0 dalam Sektor Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153