Kuliner berbahan dasar unggas memiliki daya tarik tersendiri karena dapat diolah menjadi berbagai varian makanan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Setiap pelaku usaha tentu memiliki strategi dalam membangun bisnisnya. Tak terkecuali bagi Lilik, pemilik warung bebek Donal yang berada di Jalan Kedungdoro, Surabaya. Lilik mengungkapkan bahwa pihaknya sangat bersyukur dengan perkembangan kuliner bebek akhir-akhir ini, di mana menu bebek semakin diminati oleh masyarakat. Hal itu terbukti dengan ramainya warung yang ia miliki. ”Setiap hari memang sudah ramai. Namun, yang paling ramai adalah ketika tanggal muda atau awal bulan,” jelasnya.
Kepada Poultry Indonesia saat menemuinya, Rabu (20/2), Lilik bercerita, pelanggan yang mampir ke warungnya terdiri dari berbagai kalangan. Sedangkan kalau dari segi wilayah, pelanggan yang datang bukan hanya dari wilayah Surabaya, banyak pula yang dari luar kota bahkan pernah melakukan pengiriman masakan bebek ke Kalimantan. Awal buka warung hanya menyajikan 3-4 ekor bebek dengan cara mendorong gerobak sendiri. Namun, seiring dengan perkembangan dan semakin ramainya kuliner bebek, omsetnya pun semakin meningkat. Saat ini usahanya bisa menghabiskan 60-70 ekor bebek serta serta mampu mempekerjakan sejumlah orang.
Baca Juga : Hubungan Gaya Hidup Masyarakat dengan Konsumsi Kuliner
Lilik mengungkapkan, akhir-akhir ini jenis bebek yang disajikan di warungnya lebih pada bebek jenis Peking, karena bebek jenis ini cenderung gemuk dan disukai oleh pelanggan. Hal ini sejalan dengan keunikan yang ada dari warung bebek ini yaitu terletak pada ukuran potongan bebek yang cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan warung-warung bebek yang lain. “Memang salah satu yang menjadi identitas di warung saya adalah ukuran potongan bebek yang besar-besar, karena satu bebek Peking hanya saya bagi menjadi empat. Saya juga mempunyai cara tersendiri dalam memasak bebek agar tidak bau, karena cara memasak itulah yang bisa menjadikan masakan bebek itu enak atau tidak. Kalau untuk sambelnya hampir sama dengan yang lain, tidak ada yang berbeda,” ujar Lilik.
Senada dengan Lilik, Nur Cholis, General Manager Bebek Goreng Harissa Surabaya mengaku memiliki strategi tersendiri dalam menjalankan bisnis kulinernya. Menurutnya, selain fokus pada penyajian rasa, menu masakan di Bebek Goreng Harissa juga menawarkan menu makanan sehat. Masakan bebek yang disajikan adalah bebek yang rendah kolestrol yang ditunjang dengan adanya campuran berbagai macam rempah-rempah saat proses pemasakan. ”Kami menggunakan minyak zaitun dalam proses pemasakan hingga penggorengan, karena kami ingin menciptakan makanan yang lezat namun tetap aman untuk kesehatan,” terangnya.
Baca Juga : Tantangan dan Peluang Bisnis Kuliner Produk Unggas
Bercerita soal strategi, Pria asli Jawa Timur ini mengenang saat masa-masa awal pengenalan produk kulinernya. Ia mengaku sering mengajak teman-temannya untuk datang dan makan sekaligus membayarinya, dan itu ia lakukan selama tiga bulan. “Kalau bicara pengeluaran memang lumayan, tapi itu saya lakukan dengan tujuan agar orang mengenal lebih dulu produk kita. Pepatah bilang tak kenal maka tak sayang,” kenangnya.
Soal konsistensi rasa, Bebek Goreng Harissa juga dengan sengaja sering memanggil orang untuk makan secara gratis. Kemudian setelah makan, orang tersebut diajak berdiskusi tentang masakan yang ia makan, kurangnya apa dan apa yang bisa ditambahkan agar masakan itu benar-benar diminati oleh konsumen. Cholis mengaku masih optimis dengan bisnis kuliner bebek, karena menurutnya kuliner bebek sedang menjadi tren di berbagai daerah, bahkan saat ini pihaknya sedang mengarah ke proses waralaba (franchise).
Tak berbeda jauh dengan bebek goreng yang banyak digandrungi masyarakat Indonesia, sate ayam juga merupakan jenis kuliner yang juga banyak dijumpai dan disukai masyarakat di seantero negeri. Salah satunya adalah Sate Sidjan. Kedai sate yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto Kota Tegal ini memiliki banyak nama seperti sate Tirus, yang sudah terkenal sejak lama bagi masyarakat Tegal. Tak ayal untuk dapat menikmatinya, pembeli biasanya harus rela untuk mengantrinya. Farid
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Maret 2019 dengan judul “Strategi Membangun Bisnis Kuliner Produk Unggas”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153