Keberadaan pasar modern tidak serta-merta menggeser keberadaan pasar tradisional dalam berbelanja daging ayam
Oleh: Aslina Asnawi, Diana Clara Ahmad, dan Vidyahwati Tenrisanna
Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan favorit bagi masyarakat Indonesia, karena selain mudah diperoleh dan mudah cara pengolahannya, daging ayam ini merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan nutrisi yang tinggi serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Tak ayal jika masyarakat membutuhkannya setiap hari dan kebutuhan masyarakat akan daging ayam pun semakin meningkat.

Faktor atribut utama yang dipertimbangkan konsumen yaitu atribut harga. Pada kondisi tertentu, konsumen sangat sensitif terhadap harga, sehingga harga suatu produk yang relatif tinggi dibanding yang lainnya dapat mengeliminasi produk tersebut dari pertimbangan konsumen.

Menurut Badan Pusat Statistik (2018), konsumsi daging ayam di Indonesia baru mencapai 11,5 kilogram per kapita per tahun. Konsumsi daging ayam ini cenderung rendah dibandingkan dengan Malaysia yang konsumsi daging ayamnya sudah lebih dari 40 kilogram per kapita per tahun. Maka dari itu, diperlukan peran pemerintah untuk menyediakan daging ayam yang murah agar daya beli masyarakat meningkat serta kesadaran dari masyarakat akan pentingnya konsumsi protein hewani bagi pemenuhan gizi baik pribadi maupun dalam suatu keluarga.

Baca Juga : Penyebab Lambatnya Pertumbuhan Broiler

Masyarakat yang ingin membeli daging ayam juga dapat menemukannya dengan mudah. Penjualan daging ayam broiler di Indonesia dapat ditemukan di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional maupun pasar modern. Kedua tempat ini memiliki perbedaan tersendiri dalam tata cara menawarkan daging ayam tersebut. Pedagang pada pasar tradisional cenderung menjual daging ayam secara curah sedangkan pasar modern sudah mengemas daging ayam sesuai dengan ukurannya. Perbedaan segmentasi pasar tersebut menjadikan penjualan daging ayam bervariasi.
Perilaku konsumen akan selalu berubah tergantung pada sejumlah faktor yang mempengaruhinya. Karakteristik dari setiap konsumen membuat sebuah pengambilan keputusan bervariasi pula, salah satunya dalam melakukan pembelian daging ayam. Konsumen cenderung memilih daging ayam sesuai dengan preferensinya, dalam arti konsumen akan melihat atribut yang melekat pada daging tersebut.

Baca Juga : Hubungan Gaya Hidup Masyarakat dengan Konsumsi Kuliner

Atribut dianggap penting dalam sebuah pertimbangan karena menurut Simamora (2003), hal yang dipertimbangkan konsumen sebenarnya hanya ada dua bagian besar, yaitu harga dan bukan harga. Faktor bukan harga sendiri terbagi lagi menjadi faktor produk dan nonproduk. Faktor produk merupakan atribut-atribut yang terkait langsung dengan produk, contohnya kualitas dan produk, sedangkan faktor nonproduk merupakan hal-hal yang terkait secara tidak langsung dengan produk, seperti lokasi pasar.
Dewasa kini, jumlah pasar modern semakin meningkat dengan menawarkan berbagai kelebihan seperti suasana belanja yang nyaman, bersih, penataan barang yang baik, serta fasilitas yang menunjang untuk belanja dibandingkan dengan pasar tradisional. Keberadaan pasar modern ini tidak serta-merta menggeser keberadaan pasar tradisional dalam berbelanja daging ayam. Pembeli diberikan kebebasan untuk berkomunikasi dan melakukan tawar menawar dengan penjual yang tidak dapat mereka temukan di pasar broiler.
yang dilakukan di Pasar Tradisional Terong, Kota Makassar dengan teknik accidental sampling memiliki empat atribut yang dinilai, yaitu harga, kualitas, lokasi (jarak), dan pelayanan, baik secara utilitas atau kegunaan maupun kepentingan. Hasil atribut harga menunjukan bahwa harga murah menunjukan skor utilitas tertinggi. Kategori murah sendiri berkisar antara Rp16.000-26.000. Hal tersebut menunjukan bahwa harga masih menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih daging ayam. Hal ini juga terkait dengan pendapatan konsumen yang memiliki rentang antara 2-3 juta rupiah sehingga mereka memilih daging dengan harga yang dijangkau.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi September 2019 dengan judul “Preferensi Konsumen dalam Membeli Daging Broiler”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153