Budi Daya di era Revolusi Industri ke-4 melahirkan sebuah teknologi kandang budidaya yang dapat dikontrol secara jarak jauh melalui jaringan cloud computing (Sumber Ilustrasi : www.farmcloud.io/how-it-works)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Untuk sektor budi daya unggas di Indonesia, memang masih belum sepenuhnya mampu menerapkan Industri maupun Agri 4.0. Jika merujuk pada Kementerian Perindustrian dimana karakteristik dari Industri 4.0 itu mencakup 5 poin seperti Artificial Intelligence, Internet of Things, Advanced Robotics, Augmented atau Virtual Reality, serta 3D Printing. Sektor budi daya unggas di Indonesia masih belum sampai ke revolusi ke-4. Bahkan sebagian besar peternak masih menggunakan pola budidaya konvensional yang merupakan produk dari revolusi industri yang pertama. Banyak peternak yang masih menggunakan pola budi daya dengan kandang terbuka (open housed) dengan pemberian makan dan minum secara manual. Hal tersebut dikarenakan memang jika dilihat secara populasi yang tidak terlalu banyak, sehingga jika mempergunakan alat yang canggih justru menjadi tidak efisien.
Andri Widjaya, peternak Layer, ketika ditemui PI di Surabaya (19/1) mengungkapkan bahwa revolusi industri 4.0 memang sudah merambah ke berbagai sektor. Namun, khusus untuk sektor peternakan ayam petelur belum banyak terpengaruh, bidang marketing misalnya, menurutnya bidang ini masih cenderung konvensional. Sebab, telur membutuhkan perlakuan khusus,mengingat telur merupakan barang yang mudah pecah. Jika kemudian, beralih pada pengiriman yang berbasis online, maka membutuhkan biaya tambahan, agar aman dalam pengiriman. “Sementara margin dalam sektor ini cenderung minim, dan belum memungkinkan untuk adanya tambahan biaya pengemasan, dan biaya lain,” tegasnya.
Baca Juga : Industri Perunggasan 4.0 di Berbagai Belahan Dunia
Menurutnya, ada kemungkinan penerapan revolusi industri 4.0 ini pada bidang manajemen, Salah satu contohnya bisa diterapkan dalam sistem pencatatan budi daya (recording) ,” Kalau kita bisa melihat recording secara online, maka akan memudahkan untuk penanganan lebih lanjut, misal dalam recording ada kematian yang cukup tinggi, maka akan lebih cepat untuk ditangani secara baik,” katanya. Ia sangat berharap ada aplikasi, yang memudahkan peternak untuk melakukan pemantauan usahanya dimanapun, dan kapanpun. Namun, hingga saat ini belum ada aplikasi yang mewadahi semua itu. “Sayangnya penyedia aplikasi belum ada, seingat saya dulu pernah ada yang membuat, tapi belum sempurna dan butuh tindak lanjut, dan sekarang belum dengar kabarnya lagi,”pungkasnya.
Sedangkan menurut Heri Kurniawan, salah seorang peternak ayam asal Desa Kramat Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Jika dahulu para peternak banyak yang membangun kandang ayam dengan sistem open house kini berjalannya waktu dan makin bertambah modern nya pola pikir para peternak di Pantura sehingga kini banyak yang mengembangkan usahanya tersebut dengan membangun sejumlah kandang dengan sistem close house. Selain lebih efisien dalam segala hal, beternak dengan sistem kandang close house juga hasil peruntungannya lebih besar ketimbang kandang open house. Makin berkembangnya ilmu dan pengetahuan serta permodalan kini dari seorang peternak maju, para peternak di kawasan pantura sedikit demi sedikit mengadopsi teknologi closed house namun mungkin masih dalam kategori revolusi industri yang ke 2 atau ke 3.
Baca Juga : Peran Teknologi Dalam Industri Perunggasan
Namun masih banyak pula peternak ayam yang masih memilih untuk melakukan budi daya menggunakan sistem open house, kebanyakan untuk kandang open house banyak tersebar di kawasan desa pangkah, kramat, Tarub dan Jatinegara Kabupaten Tegal. Untuk wilayah kabupaten Brebes peternak dengan sistem kandang open tersebar di kawasan Salem, Klampok, Losari dan Bulakamba dan untuk peternak di kabupaten Pemalang tersebar di wilayah Moga, watu kumpul, comal Petarukan. Sementara untuk di Kota Tegal sendiri untuk kandang open house sudah sulit dijumpai karena di wilayah kota tegal sendiri sudah sangat padat penduduk (kawasan padat pemukiman) sehingga tidak diperbolehkan untuk membangun kandang jenis open house.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2019 dengan judul “Penerapan Industri 4.0 dalam Sektor Perunggasan”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153