Koksidiosis sering menyerang ayam muda (Foto : PI/Adam)
POULTRY INDONESIA, Jakarta – Koksidiosis (coccidiosis) yang sering juga disebut sebagai penyakit berak darah, ialah suatu penyakit parasiter pada sistem pencernaan unggas akibat infeksi protozoa genus Eimeria dari famili Eimeriidae. Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia dan merupakan penyebab utama kematian unggas, kecuali jika langkah-langkah pencegahan yang benar telah dilaksanakan.
Penyakit ini menyerang usus unggas pada umumnya, kecuali pada angsa karena menyerang pada buah pinggangnya. Pada kejadian yang kronis, penyakit ini dapat menyebabkan kematian cukup tinggi pada unggas. Setiap tahun, biaya yang dikeluarkan untuk menanggulangi koksidiosis di seluruh dunia tidak kurang dari US$ 400 juta, yang meliputi pengobatan dan pemberian antikoksidia pada pakan sebagai feed additive.
Baca Juga : 
Sifat Penyakit dan penularannya
Koksidiosis memiliki host specificity yang tinggi sehingga jarang terjadi penularan penyakit dari induk semang yang satu ke induk semang lain yang berbeda bangsa hewan. Koksidiosis sering menyerang ayam muda yang berumur antara 3-6 minggu dan jarang menyerang ayam pada umur kurang dari 3 minggu. Ayam yang berumur kurang dari 3 minggu masih belum menghasilkan banyak chymotripsin dan garam empedu sehingga proses keluarnya sporozoit dari oocyst tidak terjadi. Reaksi imun tubuh dapat dihasilkan dengan cepat setelah terkena penyakit ini, namun imunitas yang dihasilkan bersifat spesifik dan tidak berlaku untuk infeksi oleh agen penyebab dari spesies Eimeria yang lain. Secara umum, penyakit ini bersifat endemis.
Gejala klinis
Gejala klinis yang disebabkan oleh parasit ini bervariasi tergantung atas umur dan spesies parasit yang menyerang. Gejala umum di antaranya adalah nafsu makan menurun, nafsu minum meningkat, ayam menjadi kurus, bulu kusut, mata terpejam dan pucat. Infeksi oleh E. tenella pada umumnya berjalan akut, angka kesakitan berkisar antara 10%-40% dan angka kematian > 50%. Ayam menunjukkan berak darah mulai terlihat pada hari ke -4 atau ke-5 pasca infeksi. Ayam nampak lesu dengan sayap terkulai, bulunya kusut dan sering dikotori oleh darah. Perdarahan yang hebat terlihat pada hari ke-5 dan ke-6. Apabila ayam tadi tahan, dapat sembuh dan memperoleh kekebalan setelah hari ke-7 atau hari ke-9. Kematian-kematian biasanya terjadi pada  hari ke-4 sampai ke-6 pasca infeksi.
Artikel ini adalah ringkasan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi April 2018 di halaman 74 dengan judul “Waspada Koksidiosis Pada Unggas. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153